TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Di tengah Pandemi Covid 19, kondisi para peternak khususnya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengalami kesulitan dan penurunan pendapatan.
Dikatakan Kepala Dinas Peternakan Tubaba, Nazaruddin, bahwa tidak dapat dipungkiri bagi Peternak khususnya ternak kecil seperti unggas, memang mengalami kesulitan terutama dalam sektor penjualan.
“Seperti yang kita ketahui beberapa waktu lalu, bahwa harga hewan ternak ayam mengalami penurunan penjualan, bahkan sampai kisaran Rp 10 Ribu per Kilogramnya. Tentu hal itu merupakan dampak dari Covid 19,” terangnya, pada Senin (18/5/2020) pukul 12.26 Wib.
Namun, lanjutnya, untuk hewan ternak besar seperti Kerbau dan Sapi, masih terbilang aman, meskipun pula tetap pastinya terkena dampaknya.
“Kendati demikian, kita tetap melakukan pembinaan dan pengawasan kepada semua Peternak, dan meskipun harga jual saat ini mengalami penurunan, anggap saja itu sebagai tabungan, khususnya ternak besar,” ungkapnya.
Saat ini, jelasnya, kalau dari pengamatan kita, sulitnya penjualan ternak dikarenakan ternak adalah hewan konsumsi, yang biasanya di beli masyarakat saat hajatan, pesta, atau seperti di rumah makan.
“Dikarenakan Covid 19 ini, semua kegiatan dibatasi dan acara dihentikan, maka tentunya daya beli berkurang. Semoga Pandemi ini segera berakhir, dan kita pun masih tetap melakukan pengawasan dan turun ke lapangan untuk melihat kondisi Peternak di Tubaba,” imbuhnya. (D/R)


















Discussion about this post