TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Hingga H-1 menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 H, pendatang baru terdata dari luar daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung membludak, hingga mencapai 4.840 pendatang.
Dalam situasi dan kondisi perkembangan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tubaba saat ini, jumlah pendatang tersebut sangat mengkhuatirkan.
“Adapun Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 16 orang, Pasien dalam pengawasan (PDP) 1, Pasien positif Covid-19 1, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah di rapid test dan hasilnya Alhamdulillah Negatif sebanyak 30 orang, serta ODP selesai pemantauan 57 orang.” Kata Majril kepada translampung.com pada (23/4/2020) sekitar pukul 13.00 Wib.
Tidak mau kecolongan, Pemkab Tubaba akhirnya Memfokuskan kembali (Refocussing) besaran anggaran APBD 2020 untuk fokus pada pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) di kabupaten setempat mencapai Rp.24 Miliar.
Dikutip dari Netizenku.com. Sekretaris Daerah Tubaba, Herwan Sahri, mengatakan relokasi anggaran sebesar Rp.24 miliar lebih tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tubaba tahun 2020, yang hanya digunakan untuk fokus penanganan dan penanggulan pandemi wabah virus Corona di kabupaten setempat.
“Dana ini dari relokasi dan refocussing APBD Tubaba tahun 2020, yang disesuaikan dengan keperluan atau saran, sesuai keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri,” kata Herwan Sahri pada (22/4/2020) lalu.
Menurutnya, refocussing anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga cluster prioritas, anggaran penanganan dan penanggulangan virus Corona di Tubaba. Cluster pertama yakni upaya-upaya yang dilakukan terkait dengan keselamatan dan kesehatan, seperti kesiapan ruang isolasi, ketersediaan alat-alat kesehatan. Cluster kedua yakni, upaya untuk mengurangi dampak sosial atau jaring pengaman sosial, seperti pemberian bantuan langsung tunai (BLT), pemberian bantuan sembako, dan sebagainya. Dan cluster ketiga yakni, upaya untuk mengurangi dampak ekonomi makro.
“Dana yang kita siapkan hanya digunakan untuk tiga cluster itu, di luar itu tidak boleh. Angka ini jika wabah virus Corona selesai besok sisa anggarannya banyak, tapi kalau bertambah parah ya mungkin refocussing anggaran untuk ini akan bertambah lagi.” Imbuhnya.
Hingga berita ini dilangsirkan translampung.com, pihak-pihak kuasa anggaran pun terkait belum dapat dikonfirmasi, baik Via Telepon maupun pesan singkat.(D/R).
















Discussion about this post