Lampung Barat – Karena Covid 19, omset pengusaha Industri rumahan di Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat melonjak 100 persen. Sabtu (28/3).
Wabah Covid 19 yang tengah melanda di sejumlah daerah, bahkan semakin hari menunjukan lonjakan. Pemerintah mengambil kebijakan melalaui surat edaran untuk mengurangi aktivitas diluar rumah. Sehingga berdampak besar bagi pedagang di pasar tradisyonal, sumber pendapatan yang merupakan tumpuan hidup menurun drastis.
Namun dibalik itu, menjadi rezeki nomplok bagi industri rumahan (tukang jait), salah satunya Elda Sulastri, sejak sepekan terakhir pihaknya menggeluti pembuatan masker (Hensanitaizer) ditengah gemparnya wabah Covid 19.
Menurutnya, masker yang dijualnya dengan 4 jenis bahan berbeda yakni, bahan Toyobo dijual Rp. 80.000 perlusin, Ladi Zara Rp. 120.000 perlusin, Drieal Rp. 65.000 perlusin dan jenis bahan Osport Rp. 65.000 perlusin.
Penjualan masker telah sampai keluar daerah hingga ke Lampung Utara, saat ini pihaknya tengah membuat masker pesanan sebanyak 93 lusin. Yang akan disebar ke Bukit Kemuning, Lampung Utara sebanyak 50 lusin, Kabupten Way Kanan, 20 lusin, Fajar Bulan, Lampung Barat 3 lusin, dan Kecamatan Sukau.
Dalam satu hari pihaknya dapat memproduksi 350 pic (biji masker), dengan memberdayaka tiga pekerja saat ini. Selain itu, penjualan masker mampu terjual sejak satu pekan lalu mencapai 10 lusin perhari di Lampung Barat saja yang meraup ke untungan hingga 100 persen.
Kata dia, awalnya masker dibuat hanya untuk kebutuhan sendiri, “yang dimuat ke media sosial lalu banyak pesanan, makanya dicoba dan pertama kali pemesanan dari Puskesmas Liwa, Kecamatan Balik Bukit sebanyak 20 lusin,” tutup pemilik pengusaha industri rumahan tersebut Nabila Taylor (Elda .Red). (Sf)














Discussion about this post