TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, akan melakukan kegiatan Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (Katana) dan Konseling Pasca Bencana.
Dikatakan Kepala BPBD Tubaba Nisom, saat diwawancarai translampung.com diruangan kerjanya pada Senin (17/02/2020) pukul 10.37 Wib. Bahwa anggaran BPBD Tubaba tahun ini terbatas, hanya sekitar Rp 500 juta, yang semuanya sudah mencakup itu, baik dari kegiatan bidang-bidang, gaji honorer, dan bensin.
“Untuk bidang-bidang hanya dianggarkan sekitar Rp 15-20 juta dalam kegiatannya, sehingga sangat terbatas sekali anggaran di tahun ini. Namun, bukan berarti kita tidak ada kegiatan, kita akan mengadakan kegiatan Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (Katana), yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Februari ini, Kegiatan itu akan kita pusatkan di Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), yang akan diikuti seluruh Camat dan Kepala Tiyuh se-Tubaba. Dengan tujuan memberikan pengarahan atau pembelajaran mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana, untuk menyelamatkan keluarga,” terang Nisom.
Selain kegiatan tersebut, lanjutnya, kita juga ada kegiatan Konseling Pasca Bencana, yang rencananya akan dilaksanakan di bulan ini juga, namun jadwalnya belum dipastikan. Adapun sasarannya akan dilakukan di sekolah-sekolah atau bisa juga di Tiyuh, yang bertujuan untuk saling belajar dan bisa mengerti langkah apa yang harus dilakukan pasca bencana.
“Untuk sarana dan prasarana, di tahun 2020 ini, Kami juga sedang mengusulkan ke Pusat, untuk menambah Perahu Karet, karena Perahu yang kita miliki saat ini hanya dua unit,” ungkapnya.
Jika terjadi bencana, jelasnya, kita juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat, maka Baper Stock berupa makanan dan keperluan lainnya, juga kami usulkan di tahun ini.
“Saya berharap di 2021 anggaran kita bisa di tambah, agar kita bisa membentuk suatu Tim Search And Rescue (SAR), sebagai petugas keselamatan jika ada bencana, karena selama ini Tim SAR kita hanya berjumlah 20 orang dan itu pun bergabung dengan Damkar. Sehingga belum maksimal dan belum terlihat Eksistensinya,” imbuhnya. (D/R)

















Discussion about this post