METRO – Kontestasi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) bulan September tahun 2020 mendatang semakin ramai. Kali ini terjadi pada penjaringan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota yang dibuka oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Metro.
Kamis (30/1/020), didampingi timnya Kusbani yang masih berstatus sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro mendaftarkan diri dan mengambil formulir pendaftaran balon Wakil Walikota Metro di DPC Partai Demokrat.
Dikonfirmasi awak media Kusbani menyatakan komitmennya untuk maju dalam pencalonan Walikota dan Wakil Walikota pada September 2020 mendatang. Ia juga mengaku siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ASN. “Sementara kita ambil formulir untuk wakil walikota. Dan jika nanti saya direkomendasikan untuk diusung oleh Partai Demokrat, insya Allah saya siap untuk mengundurkan diri,” ujarnya.
Diakuinya, keinginannya untuk dapat diusung oleh Partai Demokrat tersebut karena keinginannya untuk memberikan sumbangsih yang lebih besar untuk Kota Metro. “Dari pengalaman saya bekerja inilah yang menumbuhkan keinginan saya untuk dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar untuk Kota Metro. Kenapa hati saya memilih Partai Demokrat karena ikatan batin saya ke Partai Demokrat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Fahmi Anwar mengatakan, hingga kini sudah ada 3 tokoh yang mengambil formulir pendaftaran balon Walikota dan Wakil Walikota. Diantaranya Kusbani merupakan pendaftar yang ketiga yang telah mengambil formulir pendaftaran ke DPC Partai Demokrat. Meski begitu, pihaknya masih membuka kesempatan untuk para pendaftar lainnya yang ingin mengambil formulir pendaftaran di DPC Partai Demokrat.
“Untuk pertama Bapak Alizar mengambil formulir Wakil Walikota, Bapak Djohan mengambil formulir Walikota, dan Bapak Kusbani mengambil Wakil Walikota. Tapi kita masih membuka pendaftaran hingga 1 Februari,” jelasnya.
Diakuinya, penjaringan balon tersebut terbuka luas bagi siapa pun yang ingin mendaftar di Partai Demokrat. Ini termasuk Ketua DPC Partai Demokrat diberikan kesempatan yang sama.
“Semuanya sama dan terbuka. Termasuk Ketua DPC Partai Demokrat tidak mendapatkan prioritas untuk diperlakukan spesial. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan insya Allah itu semua melalui proses yang riil. Termasuk akan dilihat dari survei elektabilitas dan popularitas. Dan yang paling terpenting apa yang menjadi visi dan misi serta komitmen untuk Kota Metro kedepan,” pungkasnya. (ria)


















Discussion about this post