Translampung.id, Kalianda – Puluhan orang mengatas namakan Sepuluh organisasi Massa dan Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Gerakan Bersatu (KGB) menggelar aksi unjuk rasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan.
Aksi mereka tidak lain menuntut Kepala Dinas PUPR Agnatius agar mengutamakan kearifan lokal yang selama ini mereka nilai terkesan mengabaikan dalam pembangunan di lampung selatan.
“Pak Tius ini enggan bersahabat dengan masyarakat dan terkesan alergi. Dicoba komunikasi saja sudah susah, apalagi mau ngobrol,” pekik Ainul Fajri selaku LSM Fusvomals diamini anggota lainnya saat orasi didepan kantor PUPR, Senin (2/11/2026).
Setelah berorasi sekita satu jam, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Sat Pol. PP akhirnya mereka para pendemo dipertemukan dengan Sekretaris Dinas PUPR.
Dalam pertemuan itu, sejumlah aspirasi dan kritikan dilontarkan masing perwakilan KGB.
“Kami ingin Pak kadis (Tius-red) ini mau mengutamakan masyarakat lokal dalam upaya ikut serta membangun. Kami ini yang punya lapangan, tapi kenapa kami yang jadi penonton.
Selain itu, Kadis jangan terkesan alergi dengan para media. Sebab, tugas para media menyampaikan setiap informasi kepada publik tentang pencapaian program yang sedang dan akan dijalankan oleh Pemkab Lamsel,” ucap salah seorang perwakilan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas PUPR Lamsel Adolf Chepi Bahuga mengatakan akan menyampaikan semua aspirasi maupun kritikan dari para perwakilan ini kepada pimpinan.
“Semua aspirasi dan kritikan ini sudah saya catat dan langsung disampaikan kepada pimpinan (Kadis-red),” pungkasnya.
Setelah mendengarkan jawaban tersebut, meski kurang puas karena tidak bisa ketemu langsung dengan Kadis akhirnya para pendemo meninggalkan kantor PUPR. (Johan)















Discussion about this post