Pringsewu – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga, Wakil Bupati Pringsewu Hj. Umi Laila melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah gedung sarang burung walet di belakang Pendopo, Lingkungan 1, Kelurahan Pringsewu Selatan, Rabu (22/4/2026).
Sidak tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Ali Subagio, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) A. Handri Yusuf, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pringsewu Cristianto Sani, Lurah Pringsewu Selatan, aparat lingkungan setempat, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati Hj. Umi Laila mengungkapkan bahwa bau tidak sedap tersebut berasal dari bangkai hewan yang ditemukan dalam jumlah besar di dalam gedung walet.
“Hari ini kita menerima laporan adanya bau menyengat dalam radius sekitar 500 meter. Setelah ditinjau, ternyata terdapat puluhan ribu bangkai yang baru beberapa hari ini mulai dibersihkan oleh pengelola,” ujarnya.
Ia menegaskan kepada seluruh pengusaha sarang burung walet di Kabupaten Pringsewu agar lebih memperhatikan kondisi usahanya, terutama yang sudah tidak produktif.
“Saya minta gedung walet yang sudah tidak produktif untuk ditinjau kembali izinnya. Jika menimbulkan dampak bagi masyarakat, harus segera ditangani. Jangan sampai memicu protes warga,” tegasnya.
Wabup juga meminta agar bangkai hewan yang masih berada di lokasi segera dibersihkan dan dikubur untuk menghindari dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan yang lebih luas.
“Sudah kita beri tenggat hari ini untuk segera membersihkan dan mengubur bangkai tersebut, karena baunya semakin menyengat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pringsewu, dr. Ulin Noha, melalui keterangan via WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan, PTSP, serta aparat kecamatan dan kelurahan telah meninjau lokasi dan melakukan langkah penanganan awal.
“Sudah dilakukan pembersihan serta penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari aparat lingkungan setempat, hingga saat ini telah dikeluarkan sekitar 30 karung bangkai kelelawar dari dalam gedung, masing-masing 15 karung pada hari sebelumnya dan hari ini. Diperkirakan masih terdapat sekitar 50 karung bangkai yang belum dievakuasi.
Gedung sarang burung walet tersebut diketahui memiliki tinggi sekitar 20 meter dengan empat lantai, sehingga proses pembersihan membutuhkan waktu dan penanganan bertahap.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu memastikan akan terus memantau proses pembersihan serta melakukan evaluasi terhadap keberadaan gedung-gedung walet yang dinilai tidak produktif dan berpotensi mengganggu lingkungan. (Reza)

















Discussion about this post