KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Upaya Pemerintah Kota Metro dalam mendorong pengembangan industri Susu Kambing Etawa di kota setempat terus dilakukan.
Di mana Pemkot Metro akan mengusulkan bantuan alat produksi Susu Kambing Etawa. Ini menyusul tingginya permintaan susu kambing segar kemasan cari di beberapa ritel.
Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, mendampingi kunjungan Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, di Telaga Rizqy Farm, pada Kamis 9 Oktober 2025.
Ia mengatakan bahwa budidaya Kambing Etawa tersebut cukup berpotensi. Namun sayangnya terdapat beberapa kendala yang menghambat.
“Jadi kami sudah bisa memproduksi susu bubuk. Tapi, sayang pasar justru lebih haus susu cair,” katanya.
Kondisi tersebut diakuinya menjadi dilema utama yang membelit industri rumahan ini. Di mana ketika mereka telah menguasai teknik pengolahan menjadi bubuk, namun permintaan ritel modern mengalir deras ke arah produk susu segar dalam kemasan cair.
“Ini sebuah lompatan teknologi yang belum bisa mereka jangkau,” ujarnya.
Meski diakuinya bahwa solusi untuk masalah tersebut sebenarnya sudah ada di depan mata. Yakni sebuah alat pengolah susu cair.
Namun Rafieq mengungkapkan bahwa proposal bantuan alat tersebut sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Perindustrian. Sayangnya usulan ini masih terganjal efisiensi anggaran nasional.
Meski demikian, penundaan tersebut tidak mematahkan semangat. Dengan nada optimistis, Rafieq menegaskan, bahwa pihaknya akan kembali mengusulkannya kembali.
“Kami akan kejar, agar tahun 2026 alat itu bisa turun ke Kota Metro,” ungkapnya.
Sementara itu, Rycko Menoza SZP, yang turut menyaksikan langsung proses dari pemerasan hingga pengeringan, mengangguk paham. Menurutnya, unsur ekonomi kreatifnya jelas yang langsung menyentuh langsung dari hulu ke hilir.
Karenanya pihaknya akan mendorong usulan bantuan tersebut ke Kementerian Perindustrian.
“Saya akan usulkan ke Kemenperin, agar proses produksi ini tidak terhenti hanya sampai di pengeringan bubuk,” paparnya.
Menurutnya, bila alat pengolah susu cair terealisasi pada 2026, maka Kota Metro tidak hanya akan menjawab tantangan pasar, tetapi juga berpotensi menjadi pionir industri susu Etawa di Lampung.
Di mana hilirisasi yang sempurna dari kandang langsung ke gelas konsumen akan menciptakan lapangan kerja. Kemudian meningkatkan pendapatan peternak, dan menancapkan tonggak baru kemandirian ekonomi daerah.
“Ini ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (Ria Riski A.P)


















Discussion about this post