Translampung.id,KALIANDA – Sebanyak 50 siswa siswi dari tingkat SMP dan SMA mengikuti
Pelatihan Seni Tari Tuping 12 wajah yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan yang berlangsung
Diaula SMA 2 Negeri Kalianda, Senin (22/2025) yang berlangsung selama dua hari.
Plt.Kepala Disparbud Lamsel, Intji Indriati mengatakan arti pentingnya mengenal dan belajar tentang sebuah sejarah, terutama sejarah itu memiliki makna tentang seni kepahlawanan Radin Intan II saat melawan penjajah Belanda di Tanah Lampung.
“Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan gerakan-gerakan dasar tari tuping kepada generasi muda. Agar seni tari tuping dapat terus dilestarikan dan dikembangkan dan tidak punah. Karena tari tuping ini merupakan tarian tradisional yang harus tetap terjaga keutuhannya,” kata dia.
Adanya pelatihan seni tari tuping ini, ditambahkan dia sangat penting, sebagai upaya Disparbud Lampung Selatan untuk memastikan seni tradisional yang sarat makna kepahlawanan ini dapat terus dihidupi dan dipahami oleh masyarakat, khususnya para generasi muda.
“Oleh karenya diperlukan kolaborasi seni budaya dan pendidikan bisa memperkuat identitas daerah. Saya mewakili pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Keratuan Darah Putih yang hingga kini masih menjaga esksistensi tari Tuping 12 wajah ini,” pungkasnya. (Johan)

















Discussion about this post