KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Walikota METRO Bambang Iman Santoso melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro pada Kamis 17 Juli 2025.
Sidak kali ini menyusul viralnya pelayanan Kantor Disdukcapil yang diduga tak memberikan pelayanan maksimal.
Dalam sidak tersebut, Walikota menyampaikan apresiasi atas kinerja dan pelayanan Disdukcapil Metro. Di mana saat sidak ia tidak menemukan indikasi pelayanan buruk.
“Saya datang tanpa rekayasa. Justru melihat pelayanan berjalan sangat baik,” ujarnya dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, dalam sidak tersebut ia menemui masyarakat langsung masyarakat yang mengaku hanya butuh waktu 5 menit untuk menerima KTP mereka.
“Saya sendiri tadi yang menyerahkan langsung dokumen kepada masyarakat,” katanya.
Kendati begitu, Walikota meminta jajaran Disdukcapil untuk terus melakukan perbaikan. Menurutnya, setiap kritik baik positif maupun negatif, harus dijadikan bahan evaluasi.
“Kritikan adalah bagian dari kontrol sosial. Jadi kita tidak boleh alergi terhadap kritik, tetapi harus menjadikannya cambuk untuk introspeksi,” pesannya.
Tak hanya itu, Walikota juga meminta agar pelayanan hari ini harus lebih baik dari kemarin.
Walikota juga mengajak agar masyarakat untuk mengurus KTP digital. Ini sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis teknologi informasi.
“Saya imbau masyarakat Kota Metro segera mengurus KTP digital. Karena ini penting untuk mendukung layanan administrasi yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi di masa mendatang,” paparnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Disdukcapil Kota Metro, Ika Puspitarini Anindita Jayasinga mengaku langsung merespons cepat kritik masyarakat.
Ia pun langsung mengecek rekaman CCTV dan melakukan investigasi secara internal. Hasilnya pelayanan diberikan oleh petugas Disdukcapil.
“Jadi tidak benar ada anak PKL yang melayani masyarakat. Pelayanan kami tetap dilakukan oleh petugas resmi,” terangnya.
Menurutnya, tidak hanya pelayanan langsung namun Disdukcapil juga memberikan pelayanan secara online melalui chat WhatsApp (WA).
“Jadi jika ada yang terlihat membuka HP, itu karena kami juga melayani masyarakat secara online melalui WhatsApp,” jelasnya.
Diakuinya, dokumen kependudukan milik warga yang diduga membuat unggahan viral tersebut telah selesai dan diserahkan di hari yang sama. Namun saat dikonfirmasi, warga tersebut tidak mengakui bahwa ia yang memposting unggahan tersebut.
“Kami tetap berpegang pada prinsip pelayanan prima. Kami tidak ingin sibuk mencari siapa yang salah, tetapi lebih fokus untuk memperbaiki sistem. Kemudian memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan nyaman,” tukasnya.
Diketahui, dalam unggahan yang beredar di grup Facebook Warga Kota Metro tersebut menampilkan foto suasana kantor Disdukcapil dengan narasi provokatif.
Di dalam narasi tersebut menyebut adanya pegawai yang sibuk bermain TikTok, ngemil, dan ngopi. Bahkan unggahan tersebut juga menyebut pelayanan dilakukan oleh anak PKL yang tidak paham sistem. (Ria Riski A.P)



















Discussion about this post