DILAHAP SI JAGO MERAH: Seperti ini kondisi usaha bengkel dan pertamini milik Fajarianto (35) warga Dusun Podomoro, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talangpadang, saat terbakar hebat pada Sabtu (1/3/2025) petang, dan mengejutkan warga yang sedang menikmati santapan buka puasa hari pertama. (Video dan foto: IST)
translampung.id, TANGGAMUS – Saat umat Islam menikmati hidangan buka puasa hari pertama Ramadan 1446 Hijriah/2025, mendadak kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat membubung tinggi, menghebohkan warga Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talangpadang, pada Sabtu (1/3/2025) sekitar pukul 18.20 WIB.
Rupanya kobaran si jago merah itu bersumber dari sebuah bengkel tambal ban juga pertamini yang berlokasi di Dusun Podomoro, pekon setempat. Peristiwa itu menyebabkan pemilik bengkel mengalami luka bakar serius dan kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta Rupiah.
Setelah menerima laporan adanya kebakaran, personel Polsek Talangpadang segera mendatangi lokasi kejadian bersama dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Tanggamus.
Kapolsek Talangpadang, Iptu. Agus Heriyanto, S.H., M.H. mengatakan, pihaknya telah melakukan mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi, dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Selain membantu pemadaman api dan mensterilkan lokasi, kapolsek menyebutkan, anggotanya juga langsung berkoordinasi dengan PLN, untuk memutus sementara aliran listrik di sekitar lokasi. Tujuannnya mencegah kemungkinan korsleting listrik atau ledakan yang lebih hebat akibat kebakaran.
“Untuk sementara, kebakaran ini murni akibat kelalaian dalam menangani bahan bakar di sekitar sumber api,” ujar kapolsek, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rivanda, S.I.K.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, kebakaran bermula ketika korban Fajarianto (35) sang empunya bengkel dan pertamini, sedang menambal ban menggunakan api untuk membakar ban.
Pada saat yang sama, ia menuangkan bensin ke dalam mesin pertamini yang berjarak sekitar dua meter dari titik pembakaran ban.
Tiba-tiba, api yang berasal dari tungku tambal ban menyambar bensin yang sedang ia tuangkan. Dalam sekejap mata, kobaran api membesar dan dengan cepat melahap bangunan bengkel yang terbuat dari kayu.
Salah seorang saksi, Budi Suseno (29), yang saat itu berada di bengkel, segera berupaya menolong Fajarianto. Bersama dengan saksi lain, Dozen (32), mereka berusaha menyelamatkan korban yang sudah mengalami luka bakar di bagian wajah, tubuh, dan kaki.
Melihat kondisi korban yang cukup parah, mereka langsung membawanya ke Klinik Husada Talangpadang untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Setelah pemeriksaan awal, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Pringsewu guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” jelasnya.
Kapolsek Talangpadang mengungkapkan, setelah upaya pemadaman yang cukup intensif mengingat bahan-bahan di lokasi sangat mudah terbakar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB.
Kerugian material yang ditimbulkan cukup besar, dengan berbagai barang yang terbakar. Termasuk satu unit sepeda motor Yamaha Vega R, dua unit mesin pertamini, dua unit mesin kompresor, serta berbagai peralatan bengkel lainnya.
“Total kerugian diperkirakan mencapai Rp70 juta,” kata kapolsek.
Untuk mencegah kejadian serupa, kapolsek mengimbau masyarakat, terutama para pelaku usaha bengkel, untuk lebih berhati-hati dalam menangani bahan bakar dan sumber api agar kejadian serupa tidak terulang. (ayp)




















Discussion about this post