PANARAGAN (translampung.ID)–Program bantuan ketahanan pangan presiden RI Joko Widodo, untuk bantuan masyarakat miskin di seluruh indonesia. Diduga menjadi ajang pungutan liar (Pungli) oleh oknum dan aparatur Tiyuh (Desa) Sumber Rejo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
Hal tersebut disampaikan satu diantara warga penerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) beras sejumlah 10 Kilogram di tiyuh setempat yang enggan namanya disebutkan mengatakan.
“Ya, setelah beras kami ambil dan kami bawa ke rumah, tidak selang lama ada aparatur Tiyuh ke rumah saya, dia bilang untuk pengambilan beras 10 Kilogram harus membayar Rp.20 ribu, jika tidak mau bayar maka pembagian beras tahapan berikutnya kami tidak akan mendapatkan lagi” Katanya, saat di jumpai translampung.ID dikediamanya pada kamis (22/8/2024) sekitar pukul 12:51 Wib.
Kata dia, secara langsung dirinya sudah mendapat pengancaman dari pihak oknum aparatur Tiyuh, Sebab, bila kami tidak membayar uang sebesar Rp.20 ribu, bulan berikutnya kami tidak akan menerima bantuan beras tersebut.
“Penarikan uang 20 ribu itu, alasan mereka akan digunakan untuk kegiatan Festival yang akan digelar pada 24 Agustus 2024 mendatang” Katanya.
Hal senada dikatakan oleh UP (50), warga RK 2. Menurutnya untuk pengambilan beras tersebut memang benar ada pembayaran uang sebesar Rp.20 ribu.
“Jujur mas saya dapat satu sak beras kemasan 10 Kg, dan itupun dikabari oleh pak RT datang kerumah nyuruh ngambil berasnya. Tetapi disuruh bayar 20 ribu, alasanya untuk sumbangan perayaan Festival 17 agustus, ya saya kasih lah” Jelasnya.
Sememtara itu, berdasar data yang diperoleh dilapangan terdapat program ketahanan pangan di tiyuh setempat. Namun diduga program tersebut dialihfungsikan untuk pembangunan Pagar Bagian belakang balai desa, dan pembuatan kolam ikan dengan anggaran mencapai Rp.130 juta 383 ribu rupiah bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 1 dan 2.
Sementara itu, terdapat pula pembangunan Tugu Tiyuh setempat yang menelan anggaran berkisar Rp.93 juta dari anggaran DD Tahun anggaran 2024 tahap 1 yang terkesan pembangunannya diduga tidak sesuai. Sebab, pembangunan tugu tersebut baru hitungan seumur jagung terdapat keretakan di sejumlah dinding bangunan, bahkan kurang terawat.
Selain itu, terdapat juga kegiatan pembongkaran Water Closet (WC) dua pintu pada Balai Tiyuh setempat dengan anggaran Rp.2.700.000 juga bersumber dari anggaran DD tahap 1.
Kemudian terdapat juga program pengadaan untuk produksi peternakan dengan menggunakan alat produksi senilai Rp.18 juta yang juga bersumber dari DD tahap 1.
“Terkait alat produksi untuk peternakan seperti mesin cacah, setau saya tidak ada disini, tidak tau kalau di RT lainnya, sebab sejauh ini tidak ada yang menerima bantuan mesin cacah tersebut” Kata salah satu peternakan kambing.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Tiyuh Sumber Rejo Joko Supriyanto, belum dapat dihubungi baik secara langsung maupun via telepon. (Dirman)

















Discussion about this post