SIMBOLIS KEBERANGKATAN: Pj. Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan secara simbolis melepas kebarangkatan armada pengangkut beras CPP tahun 2024 untuk disalurkan ke 16 pekon di 4 kecamatan, di area gudang PT Bulog Subdivre Tanggamus, Senin (29/1/2024)
translampung.id, TANGGAMUS – Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Mulyadi Irsan, M.T. secara simbolis melepas keberangkatan armada pengangkut Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2024, di area Gudang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Senin (29/1/2024).
Pj. Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan dalam sambutannya menyampaikan, bantuan pangan beras kembali digulirkan pemerintah kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah penerima bantuan pangan beras di tahun 2024 ini mengalami peningkatan sekitar 8 persen, dibandingkan jumlah penerima tahun 2023 sebanyak 21,3 juta KPM.
Bantuan pangan beras ini, kata Mulyadi Irsan, merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjaga stabilitas pangan dan menekan angka inflasi di Indonesia. Selain itu, bantuan beras merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diakibatkan badai El Nino dan mengantisipasi krisis pangan.
”Di kabupaten Tanggamus, penyaluran bantuan pangan dilakukan mulai 29 Januari 2024 kepada 81.374 KPM. Jumlah sasaran ini berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), yang bersumber dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK),” jelas Mulyadi Irsan.
Setiap tahapan pada kegiatan ini, kata dia, dilakukan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu Keputusan Kepala Bapanas RI Nomor: 01/TS.0303/K/1/2024 tanggal 2 Januari 2024, tentang Juknis Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk Pemberian Bantuan Pangan Tahun 2024.
”Penyaluran bantuan pangan ini akan dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia di Kabupaten Tanggamus. Teknisnya dilakukan dua tahap, yaitu tahap I pada Januari – Maret dan tahap II pada April-Juni,” ungkap mantan Kepala Bappeda Provinsi Lampung itu.
Pj. bupati menambahkan, ada 16 pekon yang membutuhkan penyaluran tiga bulan sekaligus ini, yakni Kecamatan Cukuh Balak sebanyak 4 pekon, Kecamatan Pematangsawa sebanyak 10 pekon, Kecamatan Semaka ada 1 pekon, dan Kecamatan Pugung ada 1 pekon.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus Catur Agus Dewanto, S.P. menjelaskan, tujuan penyaluran beras CPP melalui pemberian bantuan pangan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan. Sekaligus sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, menanggulangi kekurangan pangan dan gizi, mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen.
Untuk sasaran penerima bantuan pangan, berasal dari data P3KE Kemenko PMK RI. Sebagai walidata adalah masyarakat miskin dan yang mengalami rawan pangan dan gizi. Penerima bantuan pangan ditetapkan oleh kepala badan berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat menteri/kepala lembaga.
Menurut Catur, sumber data penerima bantuan pangan berasal dari kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintah di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, lembaga pemerintah non kementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana, serta lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
”Adapun sasaran penerima bantuan pangan di Kabupaten Tanggamus sebanyak 81.374 KPM yang tersebar di 302 pekon/kelurahan dari 20 kecamatan. Tahap I dimulai 29 Januari 2024 sampai 5 Februari 2024, berada di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kotaagung Timur, Kecamatan Kotaagung Barat, Kecamatan Gunung Alip, dan Kecamatan Cukuhbalak,” Catur menjelaskan.
Alokasi droping bantuan 10 kilogram per triwulan, lanjut Catur, berada di 16 pekon. Untuk tahapan penyaluran harus dilaksanakan beberapa tahapan, mulai dari rapat kordinasi stakeholder terkait, validasi atas data penerima, melaksanakan pemeriksaan kualitas, dan membuat rencana penyaluran bantuan beras. Dalam hal ini antara PT Bulog dan PT Pos Indonesia KCU Bandar Lampung, camat masing-masing wilayah, dan KPTH,” beber Catur lagi.

Sementara Kepala PT Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Tanggamus, Angga Wijaya mengatakan, salah satu kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi, karena merupakan sumber energi dalam mempertahankan hidup. Upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan meningkatkan akses pangan bagi masyarakat, adalah melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah berupa pemberian bantuan pangan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat mengurangi pengeluaran masyarakat penerima bantuan dan membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
“Penyaluran beras ini diharapkan tepat sasaran dan tepat waktu. Kebanyakan kendala di lapangan disebabkan karena akses jalan yang berlubang atau rusak. Dan untuk penyaluran beras ini ada enam tahapan. Kemudian jumlah penyaluran beras ini ada sekitar 805 ton,” jelas Angga Wijaya. (ayp)

















Discussion about this post