PANARAGAN (translampung.id) — Warga Tiyuh (Desa) Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, sebut Penjabat (PJ) Bupati tidak utamakan kepentingan umum.
Ungkapan tersebut disampaikan warga setempat saat melakukan penanaman sejumlah pohon pisang di badan jalan utama penghubung antara kabupaten Tubaba dan Way Kanan.
Menurut kepala Tiyuh Panaragan Edison, tindakan penanaman pohon pisang tersebut merupakan luapan kekesalan warga selama ini kepada pemerintah, baik pihak eksekutife maupun leguslatife.
“Sejak tahun lalu warga telah mengusulkan kerusakan badan jalan ini ke pemerintah Tubaba, namun saja usulan tersebut terkesan diabaikan” Kata Edison kepada translampung. Id dilokasi pada (23/1/2023).
Kerusakan badan jalan itu kata dia, terhitung sejak tahun 2022 lalu. Berdasar informasi, sudah diusulkan oleh pihak DPRD Tubaba, namun hingga saat ini tidak ada realisasinya.
“Parahnya lagi, PJ Bupati Firsada sudah sering kali melakukan kunjungan baik ke pemerintah Tiyuh, maupun sidak di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Tiyuh Panaragan, namun beliau terkesan abaikan kepentingan Umum” Tegasnya.
Lanjut dia, masyarakat meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba dapat mengambil tindakan, dengan menimbun sejumlah badan jalan yang terlalu parah, upaya mengurangi angka kecelakaan.
“Kami berharap, badan jalan ini dapat di rigid beton dari simpang tiga sampai di kantor Kecamatan Tulangbawang Tengah, juga dilakukan pembangunan Drainase, sebab kondisi badan jalan nya menurun” Harapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh mantan anggota legislator DPRD Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) tahun 1999-2004 Khoiri Rujungan. Tindakan yang dilakukan oleh warga Panaragan, Bandar Dewa dan Mengga Mas tersebut sudah dianggap benar.
“Mohon dengan pemerintah, baik Tubaba juga Provinsi dapat segera mengambil sikap, mengingat jalan ini merupakan akses jalur vital penghubung antar Kabupaten” Imbuhnya.(Dirman)
















Discussion about this post