METRO – Pemerintah Kota Metro menjadi percontohan Kota Sehat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Ini menyusul dikunjunginya Kota Metro sebagai percontohan dalam study banding oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro melalui Asisten I Kota Metro Supriyadi menyambut baik dijadikannya Kota Metro sebagai lokasi studi banding.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana menjalin silaturahmi dan kerjasama antara Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
“Dengan kunjungan ini juga dapat meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar kedua wilayah. Kemudian juga menumbuhkan inspirasi, inovasi serta sebagai wujud kesungguhan kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Supriyadi berharap melalui studi banding tersebut bermanfaat bagi Kota Metro maupun Pemkab Bengkulu Utara menuju kota dan Kabupaten sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra menjelaskan dalam dalam program STBM menuju Kota Sehat tersebut ada beberapa point yang harus dipenuhi.
Karenanya dalam kegiatan studi banding tersebut akan ada tiga lokasi yang menjadi kunjungan.
“Pertama kita akan mengunjungi lokasi Kelompok Arisan Sedot Tinja (ARSETI) hasil dari kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro dengan Tim Penggerak PKK,” jelasnya.
Ia menerangkan di lokasi ARSETI tersebut masyarakat diajak untuk melakukan perubahan perilaku terkait dengan sanitasi.
“Kedua kita mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Rejomulyo. PDU ini merupakan inisiatif dari DLH untuk mengelola sampah secara lebih efektif pada ramah lingkungan,” terangnya.
Menurutnya, PDU didirikan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Eko mengemukakan, dalam Kota Sehat tersebut juga terdapat Bank Sampah di Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat yang menjadi lokasi stadi banding.
“Bank Sampai ini dibuat untuk menginisiatif masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih baik. Sehingga masyarakat dapat berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan melalui proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah,” paparnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Forum Kabupaten Sehat Bengkulu Utara, Edi Subroto, mengemukakan bahwa kegiatan stadi banding tersebut dilakukan untuk mewujudkan program kota sehat.
Dalam kunjungan tersebut ia mengaku terkesan dengan sistem gotong-royong masyarakat dan pemerintah serta PKK seperti program ARSETI.
“Program ARSETI ini menarik dengan adanya pemberdayaan perempuan untuk menciptakan hasil karya yang memiliki nilai jual. Sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat diterapkan di Kabupaten Bengkulu Utara. Tak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi Pusat Daur Ulang dan Bank Sampah di Kota Metro.
“Kami sangat terkesan dengan sistem pengelolaan sampah dan hasil kerajinan yang dibuat dari barang-barang bekas di lokasi PDU dan Bank Sampah. Mudah-mudahan ini bisa diterapkan di Kabupaten Bengkulu Utara,” tutupnya. (Ria Riski A.P)


















Discussion about this post