translampung.com, PEKALONGAN – Pemandangan istimewa terlihat di Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur pada Selasa (23/5) dan Rabu (24/5). Desa yang dibentuk pada 24 Mei 1942 silam itu, ternyata tengah memperingati hari jadi ke-81 tahun pada 24 Mei 2023 ini. Peringatan hari jadi ke-81 tahun ini mengusung tema “Bersatu dan Bergerak untuk Maju”.
Untuk memeriahkan peringatan usia Desa Jojog yang berusia delapan dasawarsa lebih, Kepala Desa Jojog Hi. Sutrisno bersama seluruh aparatur desa dan segenap warga, bahu-membahu melaksanakan rangkaian kegiatan.
Sejak Selasa (23/5) kegiatan dalam rangka agenda besar Desa Jojog sudah dimulai. Yaitu Doa Bersama Lintas Agama yang dipimpin setiap pemuka agama masing-masing yang ada di Desa Jojog. Pada kesempatan doa bersama lintas agama tersebut, Kepala Desa Jojog Sutrisno berharap, kerukunan antar-umat beragama tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.
“Terlebih keberagaman umat beragama yang ada di Desa Jojog, merupakan peninggalan sangat berharga dari para pendahulu. Sehingga harus senantiasa dilestarikan demi kemajuan dan kemaslahatan warga di desa kita tercinta ini,” ujar Sutrisno.
Lalu puncak peringatan dirgahayu desa yang dikenal produsen cobek batu itu, dilaksanakan Rabu malam. Yaitu pagelaran seni wayang kulit dengan lakon: “Temurune Wahyu Makuto Romo” yang dipentaskan oleh dalang muda, Ki Dwi Antoro, S.Sn. alumnus ISI Surakarta. Sebelumnya, pada Rabu pagi dilaksanakan Gebyar Jalan Sehat dan Pawai Budaya di lapangan Dusun III serta seremoni pengguntingan pita peresmian gapura masuk Desa Jojog di Dusun III.
Pagelaran seni wayang kulit pada Rabu malam, dihadiri langsung Bupati Lampung Timur Drs. Hi. Dawam Rahardjo, M.Si. didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Yudi Irawan, S.Sos., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur Made Subrata, Camat Pekalongan Slamet Haryanto, S.E., M.M., seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Pekalongan, dan para Tokoh Masyarakat/Pemuda/Agama/Pemuda/Adat.
Mengawali sambutannya, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, mengucapkan selamat hari jadi ke-81 tahun kepada seluruh aparatur desa dan warga setempat. Ia juga sangat mengapresiasi perhelatan wayang kulit dalam rangka rasa syukur dan menghibur warga Desa Jojog.
“Penghargaan terhadap Desa Jojog ini, bukan tanpa alasan. Namun satu yang pasti, warga Desa Jojog ini mampu hidup rukun berdampingan, meskipun terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Bahkan pada saat hari-hari besar agama, bisa semakin solid dan kompak dengan saling bergantian mengamankan perayaan hari besar agama. Hal ini yang menjadikan Desa Jojog memiliki nilai lebih. Beda kepercayaan boleh. Beda agama boleh. Tetapi harus tetap bersatu. Jangan sampai tercerai-berai. Dengan demikian, Desa Jojog khususnya dan Kabupaten Lampung Timur semakin maju,” harap bupati.
Dalam fenomena sosial keberagaman suku, agama, dan ras ini, Dawam Rahardjo menegaskan, pemerintah harus bersikap mengayomi semuanya secara adil. Tidak boleh ada diskriminasi dan tebang pilih. Bahkan Bupati Lampung Timur itu punya perumpamaan yang menarik ikhwal peran pemerintah kepada rakyatnya yang beragam.
“Bagi saya, pemerintah itu seperti genting atau atap sebuah bangunan. Yaitu harus mampu berlaku adil dan bijaksana terhadap seluruh rakyatnya yang punya latarbelakang suku, agama, dan ras beragam. Semuanya harus diayomi. Jangan sampai membeda-bedakan. Pak Camat, Pak Kepala Desa, Pak Anggota DPRD, kita harus ingat, kita ini adalah pelayan masyarakat. Mudahkan segala urusan rakyat, jangan dipersulit. Gembirakan rakyat, jangan ditakut-takuti. Alhamdulillah bapak/ibu, semenjak saya menjadi Bupati Lampung Timur, sekarang proses pengurusan administrasi kependudukan sudah jauh lebih mudah dan semuanya gratis. Dan jika pelayanan kami ada kekurangan, sampaikan pada kami agar kami bisa perbaiki,” ujar bupati disambut riuh-rendah tepuk tangan warga.
Pada kesempatan itu, Dawam Rahardjo menegaskan, ingin mengubah mainset seluruh kepala desa beserta aparatur, camat, sampai jajaran kepala dinas lini eksekutif, bahwa mulai dari bupati, kepala dinas, camat, hingga kepala desa, bahkan anggota dewan, adalah pelayan masyarakat.
“Kita ini adalah pelayan. Bosnya adalah rakyat. Jadi kita harus mengubah mainset untuk menjadi pelayan, bukan jadi bos. Harus diingat itu. Revolusi mainset itu harus ditanamkan, demi kemajuan dan peningkatan kualitas pelayanan di Kabupaten Lampung Timur ini,” ungkap bupati.
Dawam Rahardjo juga memberikan informasi, ketika ada seorang warga meninggal dunia, langsung mendapatkan santunan Rp500 ribu. Tanpa perlu mengurus apapun, sudah langsung menerima santunan tersebut. Program itu menurut Dawam Rahardjo, sebagai wujud kepedulian untuk membantu meringankan warga yang sedang berkabung.
“Sehebat apapun bupatinya, kalau camatnya dan kepala desanya tidak bagus, maka bupatinya juga akan jelek. Sehingga kita harus mampu bersinergi dalam segala hal. Sekali lagi saya ucapkan, selamat hari jadi ke-81 tahun Desa Jojog,” tandas bupati seraya mengajak seluruh tamu undangan dan warga yang hadir untuk bersama-sama menyaksikan pagelaran wayang kulit.
Kepala Desa Jojog Hi. Sutrisno dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan penghormatan atas kehadiran Bupati Lampung Timur dalam acara puncak peringatan hari jadi ke-81 tahun desa yang ia pimpin. Dia juga mengatakan, bahwa hasil mufakat bersama menyepakati hari jadi desa diperingati setiap tanggal 24 Mei.
“Ketetapan itu sudah kami tuangkan dalam Peraturan Desa (Perdes) Jojog. Ini bukan hasil pikiran segelintir orang. Tetapi hasil musyawarah seluruh warga berdasarkan beragam literasi yang dihimpun dari para pelaku sejarah Desa Jojog yang masih hidup,” ungkap Sutrisno.
Ia juga sangat mengapresiasi kedewasaan seluruh penduduk Desa Jojog yang sedari awal sudah hidup berdampingan di tengah keberagaman suku, agama, adat, budaya, dan tradisi. Sutrisno berharap, kebhinekaan itu semakin menjadi penguat Desa Jojog yang sudah seperti Indonesia “mini”, untuk terus maju mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Bukan justru menjadi pelemah yang mengakibatkan kemunduran.
“Sekali lagi terima kasih banyak atas kerja keras Ketua Panitia Bapak Budi Prayitno, S.I.P. dan jajaran panitia, seluruh aparatur desa, seluruh donatur, dan seluruh warga Desa Jojog atas terselenggaranya peringatan hari jadi ke-81 tahun desa kita tercinta,” tandas Sutrisno.
Pada momen membahagiakan tersebut juga diputar slide by slide sejarah perjalanan Desa Jojog dari masa ke masa yang dipandu Koordinator Seksi Acara, Desiderius Hendriyanto. Seketika seluruh warga dan tamu undangan serius menyimak slide timeline Desa Jojog. Dilanjutkan dengan seremonial penyerahan buku sejarah desa kepada Bupati Lampung Timur, Camat Pekalongan, dan Kepala Desa Jojog. Ditutup dengan pagelaran seni wayang kulit. (ayp)
























Discussion about this post