LAUNCHING BPJS KESEHATAN: Wali Kota Metro dr. Wahdi Siradjuddin didampingi Wakil Wali Kota Qomaru Zaman memukul gong sebagai tanda diresmikannya launching Pelayanan Kesehatan melalui BPJS Kesehatan pada Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro, Selasa (18/4/2023). (Foto-foto: TIM DISKOMINFO KOTA METRO)
PEMANDANGAN berbeda kentara di sekitar pelataran Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro, Lampung, pada Selasa (18/04/2023) pagi. Sedari pagi buta, deretan papan bunga ucapan selamat berjajar rapi di bilangan Jalan Sosrosudarmo 2, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat itu. Beberapa tenda berbalut dekorasi nan indah, juga tampak berdiri di depannya. Rupanya rumah sakit tertua yang berdiri sejak tahun 1938 silam dan kini berstatus salah satu cagar budaya itu, melaksanakan dua agenda besar. Agenda pertama adalah Serah-Terima Jabatan Penanggungjawab Klinik Pratama, dari dr. H. Achmad Firmansyah Sp.A kepada dr. Ade Kurniawan, M.H. Kes., Sp.KKLP. Agenda kedua adalah Launching Pelayanan Kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan oleh Wali Kota Metro, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K) dan Wakil Wali Kota Qomaru Zaman, MA. Berikut penelusurannya.
Oleh: Albertus Yogy Pratama/translampung.id
KLINIK Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro, dilansir dari suaralampung.id artikel karya Oki Hajiansyah Wahab (Peminat Sejarah) terbitan Sabtu 4 Desember 2021, adalah bangunan klinik kesehatan, yakni Roomsch Katholieke Missie. Klinik pratama salah satu unit karya Misi Katolik yang kini berada di bawah Yayasan Anselma itu, berada di sudut jantung Kota Metro. Bersebelahan dengan Gereja Katolik Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Metro. Pada awal didirikan, Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria ini bernama Rumah Sakit Santa Elisabeth, diprakarsai suster-suster Fransiskan di bawah penanganan Pastor M. Neilen, SCJ, sekaligus sebagai imam Gereja pertama yang tinggal di Kota Metro kala itu. Sejak berdiri pada 1938 silam hingga kini, ribuan bayi telah dilahirkan dan sebagian kecil telah menjadi orang-orang besar. Bahkan menjadi para pemimpin Kota Metro. Pada medio 2021 lalu, bangunan klinik itu telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Metro.
Beralih ke masa kini, Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro telah resmi melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Metro dan sekitarnya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K) bersama Wakil Wali Kota Drs. H. Qomaru Zaman, MA. Selain itu, telah dilaksanakan juga Serah-Terima Jabatan Penangungjawab Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro, dari dr. H. Achmad Firmansyah Sp.A kepada dr. Ade Kurniawan, M.H. Kes., Sp.KKLP.
Usai seremoni acara, Ketua Yayasan Anselma Suster Maria Tarsisia, FSGM menjelaskan, saat ini Klinik Santa Maria telah berganti nama: dari Klinik Utama Santa Maria Kota Metro menjadi Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro. Terkini, masyarakat Kota Metro dan sekitarnya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan berupa rawat jalan, rawat inap, melahirkan normal, imunisasi, laboratorium, USG kebidanan serta posyandu balita dan lansia.

”Kami berharap klinik yang bersejarah dan telah banyak membidani lahirnya tokoh-tokoh besar khususnya di Kota Metro dan di Provinsi Lampung umumnya, tetap bisa melayani masyarakat setulus hati serta dengan kualitas mutu yang baik. Sehingga apapun tantangan yang ada sekarang ini, justru membangkitkan semangat dan peran kita sebagai tenaga pelayan kesehatan. Lebih dari itu, semoga kami dapat terus mempertahankan dan mengembangkan lagi perpanjangan tangan para misionaris yang menyelamatkan,” ujar biarawati Fransiskanes Santo Georgius Martir kelahiran Belitang, OKU Timur itu.
Sementara Ketua Yayasan Santo Georgius, Suster Maria Dominique, FSGM berharap kemitraan dan simbiosis mutualisme serta sinergi dengan Pemerintah Kota Metro dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Terlebih kini, klinik pratama tersebut berada di bawah tanggung jawab dr. Ade Kurniawan, untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.
”Kami mengucapkan selamat kepada dr. Ade Kurniawan, yang telah menerima jabatan sebagai Penanggungjawab Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada dr. H. Achmad Firmansyah yang sudah mengabdikan untuk klinik pratama ini,” tutur Dominique.
Wali Kota Metro Wahdi pada kesempatan itu, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Serah-Terima Jabatan Penanggungjawab Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria, dari dr. H. Achmad Firmansyah, Sp.A kepada dr. Ade Kurniawan, M.H. Kes., Sp.KKLP dan Launching BPJS.
Pengabdian dr. Achmad Firmansyah selama 31 tahun, menurut Wahdi, adalah waktu pengabdian yang sangat panjang. Di mana Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro juga ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya dengan Surat Keputusan Wali Kota Metro No: 408/KPTS/2021. Wahdi berharap, semoga Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat setempat, sesuai dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak 1 Januari 2014 lalu.
”Dengan tujuannya untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Semoga dengan hadirnya Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro ini, dapat semakin menopang pembangunan kesehatan. Dan untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Metro telah mewujudkan komitmen meningkatkan pelayanan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kota Metro,” jelas Wahdi.
Dia juga berharap, dengan terlaksananya kerja sama antara BPJS Kesehatan Kota Metro dengan Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria, akan dapat mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas dengan meningkatkan akses pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Metro.
Wali Kota Wahdi menuturkan, pemerintah juga memiliki Jaminan Kesehatan Semesta Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi, memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
”Di Kota Metro sendiri pada tahun 2020 lalu, sebesar 82 persen bekerja sama dengan pemerintah daerah (eksekutif) dan legislatif, mantap untuk melindungi masyarakat dengan tidak mempersulit masyarakat dalam pembiayaan,” tegas Wahdi lagi.
Selain itu, dia menyebutkan, pemerintah juga mempunyai kewajiban dalam melindungi kesehatan warga negera sampai pada ketahanan di bidang kesehatan yang masuk dalam Enam Pilar Transformasi Kesehatan. Tak hanya itu, Wahdi juga membeberkan bahwa selama dua tahun, Pemerintah Kota Metro telah mengalami peningkatan sangat signifikan dibuktikan dengan pemberian penghargaan dari Presiden RI kepada Pemerintah Kota Metro, sebagai daerah yang telah memberikan layanan kepada masyarakat Kota Metro sebesar 99,94 persen.

Sebagai puncak seremoni acara, dilakukan penandatanganan dan serah-terima memori jabatan Penanggungjawab Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria Kota Metro dari dr. H. Achmad Firmansyah Sp.A kepada dr. Ade Kurniawan, M.H. Kes., Sp.KKLP. Dilanjutkan dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Wali Kota Metro sebagai tanda telah diresmikannya Pelayanan BPJS Kesehatan di Klinik Pratama Rawat Inap Santa Maria.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Metro Ancilla Hernani, S.E., S.Psi., M.Pd., Sekda Kota Metro Ir. Bangkit Haryo Utomo, M.T., Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro dr. Wahyudi Putra Pujianto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, S.T., M.Kes., Kepala Dinas Pendidikan dan Cagar Budaya Kota Metro Suwandi, S.I.P., M.M., Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Metro Denny Sanjaya, S.T., M.T., Kepala BPKAD Kota Metro Zulpikri, S.E., M.M., Kabid Yankes Diskes Kota Metro Hendarto, S.K.M., M.Kes., Tokoh Agama FKUB (lima agama) Kota Metro, Camat Metro Pusat Yahya Rahmat, dan Lurah Imopuro Maryani, S.T.
Direktur Rumah Sakit Ahmad Yani Metro dr. Fitri Agustina, Direktur Rumah Sakit Permata Hati Metro dr. Fenny Dwiyanti, Direktur Rumah Sakit AMC Metro dr. Fitri Yuli Mayasari, MARS, Direktur Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro drg. Budiono, MARS, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Asih Metro dr. HL. Tobing, Sp.OG., Direktur RS Azizah Metro dr. Evanney David, Direktur Rumah Sakit Bantul dr. Anita Verawati, Kepala Puskesmas Metro Pusat dr. Ria Putriono.
Pastor Kepala Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Metro RD. Yohanes Kristiyanta, Biarawati Pembina Yayasan Suster M. Aquina, FSGM dan Suster M. Levita, FSGM; Biarawati Pengawas Yayasan Suster M. Julia, FSGM dan Suster M. Brigitta, FSGM; Konsultan Hukum Suster M. Yoseta, FSGM dan Suster M. Valentina, FSGM; Ekonom Propinsi FSGM Suster M. Ferdinande, FSGM; Sekretaris Yayasan Anselma Suster M. Elina, FSGM; Bendahara Yayasan Anselma Suster M. Ruth, FSGM; Wakil Ketua Yayasan Santo Georgius Suster M. Adelia, FSGM; Sekretaris Yayasan Santo Georgius Suster M. Krisanti, FSGM; Bendahara Yayasan Santo Georgius Suster M. Felixia, FSGM; Dewan Suster Kesehatan Suster M. Benidiktin, FSGM; Direktur Rumah Sakit Maria Regina Suster M. Andrea, FSGM; Pelaksana Kegiatan Rumah Sakit Panti Secanti Gisting Suster M. Laurentin, FSGM; Pelaksana Kegiatan Klinik Pratama Panti Rahayu Suster M. Genoveva, FSGM; beserta para tamu undangan lainnya. (*)
















Discussion about this post