Translampung.id- Setelah resmi menjabat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II B Gunung Sugih, pada 5 Januari 2023 lalu, Suprihadi Amd.,I.P.,S.Sos.,M.M, terus mendorong para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk terampil dan aktif melalui berbagai pembinaan kemandirian Salah satunya adalah peningkatan program kemandirian.
Menurutnya, WBP lapas Gunung Sugih yang berjumlah 652, dengan rincian tahanan 138 dan narapidana sejumlah 514 orang ini, harus memiliki kemampuan saat bebas nantinya. Seperti program yang sebelumnya telah berjalan, yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian.
“Para napi ini kita bekali ilmu kepribadian dan kemandirian. Dengan harapan saat mereka bebas nanti dapat menerapkan apa yang telah diperoleh saat menjalani masa hukuman,” ujarnya saat dikunjungi di lapas setempat.
Program itu lanjutnya, telah berjalan baik, seperti budidaya madu klanceng, laundry, pangkas rambut, kerajinan tangan, budidaya perikanan dan pertanian.
“Selain melanjutkan program yang telah ada, saya memiliki keinginan untuk meningkatkan program kemandirian yaitu pembibitan budidaya jamur. Kami sedang menyiapkan untuk kegiatan pelatihan dan budidaya jamur dan akan meningkatkan budidaya madu klanceng,” ujar mantan Kepala Rutan Kudus Jawa Tengah.
Untuk kemandirian pihak lapas telah bekerjasama dengan balai latihan kerja yang sudah terdaftar. “Mereka (para napi) nanti mendapatkan sertifikat hasil kegiatan,” tambahnya.
Selain pembinaan kemandirian, terdapat juga pembinaan kepribadian yang meliputi jasmani dan rohani, yaitu olahraga dan kegiatan ke Santrian dan pembinaan keagamaan.
“Untuk pembinaan kepribadian kami juga telah bekerjasama dengan Ponpes, MUI dan Kemenag. Saya berharap dengan adanya kegiatan positif ini para napi nantinya dapat merubah cara hidup agar tidak lagi tersandung pada masalah hukum,” pungkasnya. (Aan Putra)



















Discussion about this post