Translampung.id,Kalianda – Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan diduga lemah melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM jenis Solar yang diperuntukkan khusus bagi nelayan.
Bahkan, Dinas Perikanan tersebut terkesan menutup mata adanya permainan oknum SPBN yang berada di TPI Dermaga Bom, Kalianda yang menyalurkan solar bukan untuk nelayan setempat.
Hal itu terbukti, dengan adanya penangkapan yang dilakukan oleh aparat Polres Lamsel minggu lalu yang sempat menjadi viral dimedia.
Tidak hanya itu saja, Dinas itu juga lemah dalam pengawasan pengelolaan TPI Dermaga Bom, yang notabennya dibawah kewenangan Dinas.
Menurut sumber terpercaya yang sudah puluhan tahun bergelut dibidang nelayan ini mengatakan, jika carut marutnya pengelolaan TPI Bom Kalianda itu disebabkan lemahnya pengawasan dan ketegasan dari Dinas Perikanan baik itu pengelolaan TPI hingga pengawasan pendistribusian solar bagi nelayan.
“Kekisruhan yang terjadi sudah lama terjadi Mas. Ini karena para nelayan setempat sudah lama memendam emosi, karena saat ingin membeli solar dan sudah mengantri mereka kerap tidak mendapatkan dengan berbagai alasan. Yang membuat kesal para nelayan justru solar tersebut dijual kepada oknum yang bukan nelayan,” ungkapnya kepada media ini, Kamis (27/10/2022).
Seharusnya, lanjut sumber ini pihak Dinas Perikanan memiliki ketegasan dan pengawasan agar TPI Dermaga Bom mampu beroperasional sesuai dengan yang diharapkan para nelayanan.
“Inikan nggak Mas, TPI Dermaga Bom itukan milik pemerintah, tapi justru pihak Dinas terkesan tidak peduli terhadap nelayan. Padahal, jika TPI itu berjalan semestinya maka dari sektor PAD akan meningkat, bahkan bisa lebih dari target yang ditetapkan,” cetus dia.
Dari kejadian ini, ditambahkan dia pihak Dinas secepatnya melakukan pembenahan secara menyeluruh dalam pengelolaan TPI tersebut.
“Mereka (Dinas Perikanan-red) secepatnya melakukan pembenahan,dan mengajak para nelayan dan semua masyarakat terkait untuk dilibatkan dalam pengelolaan TPI. Jangan hanya satu unsur saja tetapi mulai dari Nelayan, Pembina Nelayan, Pengelola dan masyarakat sekitar,” tandasnya.(Johan)



















Discussion about this post