PANARAGAN (translampung.id)– Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Lampung, menggelar Coaching Clinic Pendaftaran Calon Guru Penggerak (CGP) Nasional di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan motivasi intrinsik kepada kandidat CGP, yang digelar di ruang rapat Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Kamis (29/9/2022).
“Coaching Clinic adalah pembimbingan singkat dalam bentuk pelatihan yang ditujukan untuk penguasaan pengetahuan dan kecakapan dalam mengoptimalkan potensi dan kompetensi yang diberikan terhadap calon kandidat pendaftar CGP agar bisa lulus dalam seleksi perekrutan Guru Penggerak Nasional nantinya.” Kata Kepala Disdikbud Tubaba, Budiman, melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rensi, kepada translampung.id.
Menurutnya, Program tersebut adalah program Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menyelenggarakan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 8, 9, dan 10 Provinsi Lampung.
“Di Tubaba, ini adalah angkatan 8, yang mana pendaftarannya dibuka dari tanggal 1-30 September 2022.” Terangnya.
Lanjut dia, sampai dengan kemarin, total sudah ada 80 orang yang mendaftar CGP. Namun, untuk yang diundang dalam coaching clinic ini hanya 30 orang saja yang dipilih secara random.
“Dalam pendaftaran CGP ini tidak ada batasan kuota. Sehingga, berapapun yang mendaftar diperbolehkan, tinggal nantinya apakah lulus atau tidak dalam seleksi karena harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan. Dan peserta CGP ini dapat dari kalangan Guru ASN maupun Non ASN baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta pada satuan pendidikan formal jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.” Jelasnya.
Jika nantinya para Guru dari Tubaba ini lolos dalam rekrutmen CGP dan ditetapkan menjadi Guru Penggerak Nasional (Gupeknas), maka nantinya mereka akan mengikuti PGP yang diselenggarakan oleh Kementerian yang direncanakan akan dimulai pada bulan April 2023 selama 6 (enam) bulan dengan menggunakan pola belajar mandiri terbimbing melalui sistem belajar daring dan luring.
“Para Guru yang diterima menjadi Guru Penggerak Nasional akan memiliki kompetensi diatas rata-rata, mereka dapat menjadi Narasumber-narasumber dalam kegiatan tertentu, dan yang paling penting terhitung tahun 2022 ini bagi Guru yang ingin diangkat menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas maka salah satu syaratnya adalah harus diterima dalam Guru Penggerak Nasional.” Paparnya.
Program Guru Penggerak Nasional ini merupakan bagian dalam menindaklanjuti peluncuran kebijakan Merdeka Belajar Episode kelima. Guru Penggerak Nasional berperan menggerakkan komunitas belajar bagi Guru di sekolah dan di wilayahnya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
“Untuk Kabupaten Tubaba, perekrutan Guru Penggerak Nasional telah dimulai dari Angkatan ke 6. Yang mana pada angkatan ke 6 lalu terdapat 65 orang Guru Tubaba yang lulus dalam seleksi CGP dan menjadi bagian dari Guru Penggerak Nasional, dan angkatan ke 7 lulus 36 orang. Untuk itu, kita berharap dalam pendaftaran CGP atau perekrutan Guru Penggerak Nasional angkatan 8 Kabupaten Tubaba dapat berjalan baik dan semua dapat diterima.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post