TANGGAPI ORASI MASSA: Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis menanggapi tuntutan aksi massa elemen mahasiswa dan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, saat berorasi di depan Kantor Bupati Tanggamus, Senin (12/9/2022). (Foto-foto: AYP)
translampung.id, TANGGAMUS – Gejolak massa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus mengalir dari berbagai kalangan. Tak terkecuali di Kabupaten Tanggamus. Terbaru, puluhan massa yang berasal dari Mahasiswa STIMIK, PMII, dan unsur elemen masyarakat Kabupaten Tanggamus berorasi menolak kebijakan pemerintah pusat yang dianggap tidak pro rakyat kecil.
Saat berorasi menyampaikan aspirasi di halaman depan Kantor Bupati Tanggamus, puluhan massa ditemui langsung Sekretaris Daerah Tanggamus, Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si.
Menanggapi tuntutan pengunjukrasa, Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis menyampaikan, selaku pemerintah daerah dalam hal pendistribusian bantuan sedang membahas untuk sasaran yang akan disalurkan.
“Pemerintah Daerah Tanggamus mendukung apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Namun pemerintah punya penjelasan tersendiri terkait kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Kami tidak berbicara setuju atau tidak setuju. Namun harus kita pahami bersama bahwa apa yang menjadi kebijakan pemerintah pasti telah melalui kajian tentang pengalihan anggaran subsidi BBM tersebut,” ujar sekda.
Hamid H. Lubis menjelaskan, porsi terbesar dari subsidi yang dikurangi saat ini, dialihkan untuk bantuan sosial masyarakat. Untuk itu Pemkab Tanggamus mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat bersama-sama memantau penyaluran dana bantuan sosial agar tepat sasaran.
Soal badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Tanggamus, Sekda Tanggamus melanjutkan, sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat bahwa BUMD adalah untuk menopang perekonomian masyarakat. Kemudian menambah pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanggamus.
“Adapun BUMD di Kabupaten Tanggamus telah memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Untuk BUMD AMDK Wayku saat ini sedang dikaji hasil yang dicapai. Untuk evaluasi akan tetap kita laksanakan bahkan jika ada temuan, maka akan kami eksekusi,” tegas mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus itu.

Unjukrasa dikoordinatori Aris Muflihan serta orator Dauri. Selain berorasi di depan Kantor Bupati Tanggamus, massa juga berorasi di Halaman Kantor DPRD Tanggamus. Mereka menyampaikan aspirasi masyarakat terkait penolakan terhadap kenaikan harga BBM subsidi kepada pemerintah daerah serta DPRD Tanggamus yang kemudian diminta untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
Adapun poin yang disampaikan oleh pengunjukrasa melalui orasi adalah:
- Menolak tegas kenaikan harga BBM bersubsidi.
- Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM karena kebijakan tersebut sangat tidak berpihak pada masyarakat.
- Program bantuan sosial yang diberikan hanyalah pemanis untuk menenangkan hati masyarakat dan dinilai langkah yang diambil tersebut tidaklah tepat.
- Meminta pemerintah daerah dapat menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
- Pemerintah daerah dapat kembali mengkaji BUMD di Kabupaten Tanggamus karena manfaatnya tidak dinikmati oleh masyarakat Tanggamus. Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum yang ada di Kabupaten Tanggamus diminta untuk dapat bertindak.
- Meminta dilakukan audensi terbuka dalam menjawab keresahan masyarakat tersebut.
Nampak hadir memantau dan mengamankan aksi damai tersebut, Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widyardi, S.I.K., M.K.P., Dandim 0424/Tanggamus Letkol (Arm) Micha Arruan, S.H., M.M., Plt. Kepala Kesbangpol Tanggamus Iyen Mulyani, para Asisten Bupati, dan ratusan pengamanan dari unsur TNI, Polri, Pol PP, serta Dishub Kabupaten Tanggamus. (ayp)


















Discussion about this post