By Mia Selvina
Tanpa terasa sudah 2 minggu Ramadhan, gimana nih ibadah puasanya? kalau persiapan Idul Fitri sudah sampai mana ? Bicara soal persiapan Idul Fitri, memangnya THR udah cair ?
THR , Tunjangan Hari Raya menjadi suatu hal yang banyak dinantikan jelang Idul Fitri seperti sekarang ini. Walaupun THR belum sampai di tangan kita, biasanya kita sudah punya rencana apa saja yang kita mau belanjakan untuk kebutuhan lebaran, mempercantik rumah, mempercantik diri dan menyediakan sajian – sajian khas Idul Fitri, belum lagi berbagi rejeki dengan orang tua dan saudara. Tidak ada yang salah dengan hal ini karena memang Idul Fitri menjadi tradisi agama yang kita yakini dan masyarakat tempat kita tinggal. Tetapi, pasti kita semua berharap, Idul Fitri bukan jadi ajang menghambur – hamburkan uang yang membuat dompet dan tabungan kita ludes pasca Idul Fitri.
Supaya tabungan tidak dijebol, dompet tidak ikutan suci pasca Idul Fitri, kita perlu buat perencanaan keuangan untuk mengelola THR. Uangnya belum ada, tapi kita bisa mengira – ngira kan berapa jumlah THR yang akan kita dapatkan. Biasanya kalau sudah pegang uang, kita bisa khilaf. Jadi anggaran ini bisa jadi pedoman untuk kamu supaya bisa kontrol penggunaan THR. Caranya gampang kok. Pertama kamu buat pos “pemasukan”. Tulis berapa jumlah THR yang akan kamu dapatkan, tulis juga pendapatan lain yang kamu dapatkan dan akan kamu gunakan untuk keperluan Idul Fitri.
Setelah itu, buat pos “pengeluaran”. Pertama, tulis pengeluaran yang akan kamu gunakan untuk zakat, infaq dan sedekah. Setelah itu tulis keperluan – keperluan yang akan kamu belanjakan dan keluarkan untuk Idul Fitri. Urutkan dari yang paling prioritas atau yang paling penting dan harus banget dibelanjakan untuk Idul Fitri sampai yang tidak terlalu penting dan yang sebenarnya tidak penting. Setelah itu bandingkan dengan pos “pemasukan”.
Jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, coba kamu evaluasi kembali, keperluan apa yang sebaiknya tidak perlu dibelanjakan atau pos pengeluaran mana yang nilainya bisa dikurangi supaya tidak boros. Evaluasi ini juga bisa kamu lakukan walaupun pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Semakin sedikit pengeluaran Idul Fitri maka sisanya bisa kita alokasikan buat nabung, lunasi hutang atau investasi.
Anggaran yang sudah kamu buat ini harus ditaati dan dijadikan pedoman untuk menggunakan uang THR. Beberapa hal yang perlu diingat saat membuat anggaran dan merealisasikan anggaran adalah belanja secukupnya, keluarkan seperlunya jangan terjebak dengan keinginan sesaat. Kalahkan ego dan gaya hidup.
Berapa banyak orang yang THRnya habis karena ingin tampak bermewah – mewahan saat Idul Fitri, supaya terkesan sudah sukses, atau ingin dihargai kolega dan saudara – saudara. Ingatlah bahwa momen Idul Fitri hanya beberapa hari, selanjutnya kamu akan kembali ke rutinitas. Jangan sampai momen yang hanya beberapa hari ini menambah beban rutinitas harianmu karena meninggalkan hutang dan meludeskan dana darurat atau tabungan akibat bermewahan saat Idul Fitri. Kita tetap bisa membuat bangga orang tua, sanak saudara dengan cara lain tanpa perlu menghamburkan uang tetapi bukan berarti harus pelit yaa.
Jika kamu merasa uang THRmu bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dan pengeluaran prioritas, ini bisa menjadi motivasi untuk membuka keran rejeki yang halal lainnya untuk menambah penghasilan supaya Idul Fitri tahun depan kita bisa bersedekah lebih baik daripada tahun ini dan bisa memenuhi kebutuhan Idul Fitri dengan legowo tanpa harus menguras tabungan. (*)
Mia Selvina, S.E., M.S.Ak
Tempat, tanggal lahir : Bandar Lampung, 25 Juni 1989
Riwayat Pendidikan:
S1 Akuntansi Universitas Lampung (th lulus 2013)
S2 Ilmu Akuntansi Universitas Indonesia (th lulus 2016)
Organisasi :
Mata Garuda Lampung (Penerima Beasiswa LPDP)
Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Lampung
Iluni UI Provinsi Lampung


















Discussion about this post