TransLampung.ID Lampung Barat – Selama bulan Ramadhan, ketersedian sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) aman hingga menyambut idul fitri 1443 h. Kamis (7/4/2022)
Polres Lampung Barat melaksanakan kegiatan pemantauan ketersedian sembako di empat titik lokasi berbeda. Diantaranya, pemantauan di Toko Wijaya Pekon Sebarus, Toko Aman Jaya Pasar Liwa, Mini Market Bundaran Pasar Liwa dan Toko Bumi Jaya Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit.
Kapolres Lampung Barat AKBP. Hadi Saepul Rahman, mengatakan, Pemantauan sembako untuk mengecek dan mengetahui produksi serta distribusi ketersediaan sembako yang ada di masyarakat selama Ramadan hingga hari raya idul fitri 1443 h nanti.
Selain itu harga sembako yang ada di Lampung Barat saat ini terbilang normal sesuai dengan indikator penilaian pihak Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).
“Untuk stok juga masih aman memenuhi kebutuhan masyarakat sampai hari raya,” jelas Hadi.
Tetapi menurutnya, ada beberapa barang yang mengalami kenaikan harga, seperti gula dan minyak goreng. Lalu, beberapa pemilik toko mengeluhkan soal stok gula disebabkan konsumsi masyarakat begitu tinggi sementara pasokan kurang.
Sementara untuk stok minyak goreng, di toko-toko ritel mengalami kekurangan pasokan, namun “kalau minyak goreng di toko ritel yang dicek seperti Indomaret dan Alfamart, mereka memiliki distribusi khusus atau jalur khusus,” papar hadi.
Sehingga selama Ramadhan, stok akan mengalami kekurangan untuk masyarakat. Tetapi pihaknya menegaskan, stok minyak goreng di warung konvensional, toko non ritel, dan pasar-pasar tradisional minyak goreng masih terbilang aman selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Dirinya berharap, pada hari Raya Idul Fitri 1443 h, mendatang pasokan sembako di Lampung Barat tercukupi. “Sehingga konsumsi masyarakat bisa terpenuhi,” papar mantan Kapolres Tulang Bawang Barat tersebut.
Dilain pihak Kepala Diskoperindag Tri Umaryani, yang ikut melaksanakan pemantauan mengatakan, secara umum pasokan sembako selama bulan ramadan hingga idul fitri terbilang aman.
Meskipun permintaan masih belum terlalu tinggi, tapi sudah meningkat jika berbanding tahun lalu.
“Mudah-mudahan, seiring dengan meningkatnya perekonomian kita, permintaan konsumen juga meningkat dengan begitu, perekonomian Lampung Barat bakal makin baik lagi,” harap wanita berkacamata tersebut. (Safri)














Discussion about this post