TransLampung.ID Lampung Barat – Setelah dua tahun ditiadakan, Festival Budaya Topeng Sekura di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) di jadwalkan tahun ini (2022) akan dapat kembali digelar pasca Pernyataan Menteri prakraf Sandiaga Uno atas arahan Peresiden Jokowidodo beberapa waktu lalu. Kamis (7/4/2022)
Dikatakan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kereatif Endang Guntoro, mendampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata
(Disporapar) Nukman, menjelaskan, pesta sekura cakak buah tahun ini 1443 h sudah boleh kembali digelar setelah dua tahun sempat terhenti akibat Pandemi Covid-19 yang menerpa indonesia termasuk Bumi Skala Berak Sai Betik sejak 2019 lalu.
Menurutnya, sekura cakak buah adalah salah satu teradisi adat Lampung Barat yang sering diselenggarakan dibulan syawal untuk memeriahkan datangnya hari Raya Idhul Fitri atau hari kemenangan dimana telah dilaksanakannya Puasa selama 30 hari bagi masyarakat.
Dimana kegiatan topeng sekura tersebut ruang untuk masyarakat untuk saling bersilaturahmi terutama sanak saudara sehingga momentum ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat tidak hanya dari Lampung Barat melainkan wisatawan dari luar daerah.
Berdasarkan Pernyataan Menteri Prakraf Sandiaga Uno atas arahan Presiden Jokowidodo bahwa Festival Pesta Budaya Sudah bisa degelar kembali tahun ini.
Sehingga “berdasarkan rujukan tersebut gelaran Pesta Budaya Sekura yang selama ini di tunggu-tunggu untuk kembali di gelar oleh masyarakat Lampung Barat bisa di laksanakan,” Jelas Endang Rabu (6/4/2022)
Lanjut dia, pesta budaya sekura ini merupakan tradisi yang telah dilaksanakan bertahun-tahun saat hari Raya Idul Fitri di Lampung Barat sehingga jangan sampai tradisi ini hilang. “Sudah seharusnya kita kembali meramaikan gelaran pesta sekura cakak buah tersebut,” papar dia.
Lalu, untuk menyelenggarakan pesta budaya sekura ini tidak akan terlalu sulit untuk mendapatkan izin asal mematuhi aturan yang ditetapkan karena perhelatan-perhelatan besar ini sudah atas restu Pemerintah Pusat. Cukup mematuhi protokol kesehatan baik Pergelaran Pesta Sekura maupun masyarakat dan harus ada izin dari tim gugus tugas Covid-19 dari Kabupaten hingga pekon.
“Hal ini juga sebagai upaya dalam membangkitkan potensi pariwisata serta memulihkan perekonomian yang selama ini terdampak pandemi, juga dengan di selenggarakannya kembali gelaran Pesta sekura dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik,” harapnya.
Sementara Iwan, Warga Pekon Balak Kecamatan Batu Berak, menyambut antusias kabar baik tersebut atas diperbolehkannya pergelaran pesta sakura kembali digelar tahun ini. Karena hiburan yang digelar tersebut tidak hanya dinikmati kaum anak-anak melainkan kalangan tua dan muda ikut menyukainya.
Kata dia, setalah dua tahun terakhir tidak dilaksanakan pesta sekura cakak buah, ajang silaturahmi masyarakat lokal khususnya menurun drastis hal itu juga ikut dipengaruhi oleh Covid-19 yang menerap kabupaten ini.
Sehingga dengan diperbolehkannya kembali dilaksanakan, akan memberikan dampak baik juga bagi pedagang kecil terutama bagi pekon yang melaksanakan perhelatanan tahunan tersebut, “salah satu sember pendapatan masyarakat setempat dari barang yang dijajakan saat pesta sekura,” tutupnya. (Safri)














Discussion about this post