TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Di tengah Pendemi Covid 19, Seniman Disabilitas Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), ikuti Pameran Seni Rupa Secara Virtual, yang bekerjasama dengan para Seniman Nasional Yogyakarta.
Dikatakan Ketua Harian Dewan Kesenian Tubaba, Ansyori, saat dikonfirmasi translampung.com pada Sabtu (13/6/2020) pukul 09.30 Wib. Bahwa kegiatan tersebut semula direncanakan akan digelar pada Ruang Pamer di salah satu tempat Yogyakarta, yang merupakan Pameran Seni Rupa dua Dimensi.
“Namun, dikarenakan Kendala Covid 19, akhirnya dilakukan secara Virtual pada 11 Juni 2020, yang mana kegiatan itu sekaligus Pameran Donasi Covid 19. Adapun bagi masyarakat yang ingin melihat Pameran Virtual, bisa nonton langsung di Link https://youtu.be/NP8p_XRKEX4 dan untuk Link Katalognya https://drive.google.com/file/d/1BjVxh3xCISMY-ZpllYsdCiTphFfScFzc/view?usp=drivesdk ,” terangnya.
Mochammad Yusuf Ahda Tisar, lanjut dia, adalah Seniman yang menjadi perwakilan Provinsi Lampung di kegiatan tersebut. Yang mana hasil Lukisan karya-karyanya dihargai hingga Rp 5 Juta oleh panitia, karena semua hasil karya di kegiatan itu akan dijual.
“Yusuf melukis memiliki kecenderungan pada arsitektur dan sesuatu yang alami dari kearifan lokal. Dia berusaha menjelaskan dengan teliti pemahamannya dari apa yang dia lihat dar dipikirkannya. Pengalamannya telah mengajarkan bagaimana perspektif cara berpikir dan cara meyakinkan kemampuannya, meskipun menggunakan alat dan media sederhana yang dimilikinya,”
Adapun Tiga karya Yusuf, jelas dia, yang diikutkan pada pameran ini yakni, Perlahan Tapi Pasti, menunjukkan pandangan terhadap sikap atau cara menghadapi sesuatu dengan tenang begitu juga bekicot sedang merayap yang dia lukis dengan realis. Kemudian Islamic Center dan Bubu Penangkap Ikan, melukiskan Bubu yang berukuran lebih besar dari gedung, dia seperti sedang merancang bangunan yang gagasannya dari Bubu penangkap ikan, sebuah inspirasi bagi kita.
“Yang terakhir Rumah Panggung Lampung, ini seperti memotret bentuk bangunan asli daerah Lampung. Rumah panggung yang kini tidak lagi dibangun di kampungnya,” imbuhnya. (D/R)


















Discussion about this post