TRANSLAMPUNG.COM,PESAWARAN-Akibat hujan lebat yang melanda sejak sore hingga malam hari di Kecamatan Punduh Pedada mengakibatkan banjir dan air meluap di pemukiman warga serta memutuskan akses jalan memuju salah astu pondok Pesantren Al-Bina di dusun Pematang Ulai Desa Baturaja.
Menurut keterangan salah satu warga Sukajaya Samsul Qomar ,bahwa terjadinya hujan lebat yang melanda semalaman mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Punduh Pedada, sehingga beberapa rumah warga teredam air ,diataran di rumah-rumah warga di Desa Sukajaya Pedada,Desa Bawang, desa lainya yang ada di kecamatan Punduh Pedada.
“Meluapnya air mengenangi rumah rumah warga ini sejak Pukul 08.00 WIB katna intensitas hujan yang sangat tinggi ,”kata Samsul Qomar saat di hubungi trnaslampung Selasa ,(09/06/2020).
Selain itu juga kata Samsul Qomar banjir juga memutuskan akses jalan menuju salah satu pondok pesantern Al-Bina Pedada meilik Ramli selaku ketua yayasan yang berada di Dusun Pematang Ulai Desa Baturaja Kecamatan Punduh Pedada.
“Akses jalan berupa jembatan menuju pondok pesanter Al- Bina saat ini putus akibat di terjang kayu besar yang di bawa banjir dan saat ini akases jalan menuju pondok terputus,”kata Samsul Qomar.
Lebih lanjut Samsul menjelaskan bahwa keberadaan jembatan menju pondok tersebut merupakan akases jalan yang di pergunakan masayarakat di sekitar dusun pematang Ulai,Dan saat ini masyarkat tidak bisa melewati lataram jembatan tersebut putus di terjang banjir.
“Kondisi jembatan saat ini tidak bisa di lewati kalaupun masyarakat hendak ke dusun harus melewati sungai dan tidak bisa mengunakan kendaraan,”ucapnya.
Memang lanjut Samsul Qomar ada akses lain yang bisa di lalui tapi jarak tempuhnya tiga kali lipat dari akses yang selam ini di lalui oleh masyarakat ,tentunya masyarakat harus ekstara menepuh pejalan yang melawati dusun Bayu rampit Desa Banding Agung untuk menuju Dusun Pematang Ulai Desa Baturaja.
“Kita berahap pemerintah Pesawaran atau dinas terkait bisa memberikan solusi kepada warga untuk membangun kembali jembatan itu setidaknya agar bisa di lalui masyarkat ,”kata Samsul Qomar.
Sementara Camat Punduh Pidada Darlis SE mengatakan bahwa untuk memberisolusi kepada masyarakat di Dusun Pematang Ulai lataran akses jembatan menuju Dusun tersebut putus akibat di terjang banjir semalam,Darlis mengatakan bahwa saat ini dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak PU PR Pesawaran dan kepala desa setempat.
“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PU PR dan pihak kepala Desa agar di lakukan pengulangan untuk penimbunan sementara supaya bisa di lewati masyarkat,”kata Darlis.
Darlis juga menjelaskan bahwa dengan adanya bencana banjir yang terjari di tiga Desa di kecamatan Punduh Pedada ini dirinya selalu berkoordinasi dengan pemerintah Pesawaran untuk melakukan penagulangan bencana.Dan untuk penagulangan sudah di lakuak yakni dengan melakukan normalisasi sungai di titik -titik rawan bencana banji,,namun akibat intensitas hujan yang sangat tinggi air meluap mengenagi pemukiman warga di tiga desa yakni Desa Sukajaya Pedada,Desa Bawang dan Desa Kota Jawa.
“Untuk penanggulangan itu sudah kita lakukan tapi,kalau untuk melakukan normalisasi dari hulu sungai tentunya membutuhkan banyak biyaya semantara saat ini dananya sangat minim apalagi saat ini masih Pandemi Covid -19 ,”pungkasnya, (ydn).

















Discussion about this post