TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Rp 30 Miliar lebih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melakukan Refocusing dan Realokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 untuk penanganan Covid 19.
Dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba, Ponco Nugroho, saat diwawancarai translampung.com di ruang Komisi 1 Kantor DPRD, pada Senin (04/5/2020) pukul 12.12 Wib. Bahwa hari ini pihaknya mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Eksekutif untuk membahas dan mengetahui anggaran yang digunakan untuk Covid 19.
“Hari ini, kita melakukan rapat dengan Eksekutif sekitar pukul 11.00 Wib. Dan setelah kita melakukan pembahasan tersebut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajarannya, terkait anggaran Refocusing dan Realokasi APBD Covid 19 di Tubaba, maka didapatlah angka Rp 30,943,540,829. Dengan perincian yakni, Rp 4,595,000,000 diperuntukan untuk belanja bidang kesehatan dan hal-hal terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid 19. Lalu yang kedua untuk penyediaan jaring pengaman sosial sebesar Rp 26,348,540,829. Sehingga total Rp 30,943,540,829,” terangnya.
Anggaran itu, jelasnya, akan ditempatkan di Biaya Tidak Terduga (BTT) khusus Covid 19, dan salinan perubahan anggaran itu pun sudah diserahkan kepada kita. Yang mana Anggaran tersebut belum ada yang digunakan.
“Setelah pembahasan ini, maka ditargetkan paling lama 14 hari, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat segera mengajukan keperluan dan besar anggaran yang akan mereka gunakan, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga akan langsung dicairkan,” paparnya.
Sementara itu, dikatakan Bupati Tubaba Umar Ahmad, saat dijumpai translampung.com pasca Paripurna DPRD pukul 11.00 Wib. Bahwa anggaran Covid 19 itu, belum tentu digunakan semuanya, sehingga jika ada sisa akan dibahas pada anggaran Perubahan.
“Kita sudah merealokasi dan merefocusing APBD tahun 2020, untuk penanganan Covid 19, dan sudah dilakukan evaluasi di Asesment Kementerian Keuangan, dan hasilnya memenuhi apa yang menjadi Perintah edaran Kementerian Keuangan. Sehingga anggaran ini akan kita gunakan seoptimal mungkin, seperti perencanaan pembelian 600 ton bantuan beras untuk masyarakat, yang bekerjasama dengan pihak ketiga,” imbuhnya. (D/R)


















Discussion about this post