Lampung Barat – Relawan Pekon Tanggap Covid-19 menjadi garda depan pencegahan dan penanganan pandemi virus corona di wilayah pekon seluruh Lampung Barat.
Seperti yang dilakukan pemerintahan pekon Tanjung Raya dan Pekon Hanakau patut kita apresiasi.
Anggota DPRD asal PKS Nopiyadi, S. I. P menyebut protokol Pekon Tanggap Covid 19 yang pertama adalah membentuk relawan.
“Memang kunci yang pertama, harus membentuk relawan gugus tugas Covid-19 di Pekon. Karena mereka yang bekerja, berkoordinasi, melakukan pencegahan sekaligus penanganan,” kata Nopiyadi saat melakukan pengawasan penanganan Covid 19 diPekon Tanjung raya dan Pekon Hanakau.
Dia menambahkan bahwa pembentukan relawan dimaksudkan untuk menyatukan pikiran, langkah, serta solidaritas dalam menangani pandemi ini, mengingat luasnya wilayah pekon dan padatnya arus keluar masuk masyarakat dipekon -pekon seLampung Barat.
Relawan Desa Tanggap Covid-19 diketuai oleh peratin, dengan wakil dari LHP , serta anggota dari LHP , Pemangku, atau ketua RT/RW, tokoh-tokoh masyarakat, hingga pendamping profesional di desa, Selain itu juga harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ujar Nopiyadi.
Sejumlah tugas diemban oleh relawan Desa Tanggap Covid-19, antara lain membuat papan informasi pencegahan dan penanganan kasus penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.
Untuk itu, relawan diharuskan mempunyai pengetahuan mengenai cara antisipasi, gejala-gejala yang muncul, dan cara penularan virus corona.
Selain itu, mereka juga bertugas melakukan pendataan warga yang rentan sakit, terutama dari kelompok marjinal, baik itu orang lanjut usia, orang dengan kondisi tubuh rentan terhadap penyakit, dan balita.
Pendataan dan pemeriksaan warga yang baru kembali dari perantauan, khususnya wilayah yang terdampak Covid-19, dengan penanganan awal terhadap mereka berupa karantina mandiri, juga menjadi tugas relawan.
Beberapa hal yang patut kita apresiasi kerja penanganan Corona dipekon tersebut, pertama kekompakan dan pengorbanan relawan covid-19 dalam melindungi warganya dari wabah covid-19.
Pembuatan masker untuk masyarakat yang dicanangkan Bupati Lampung Barat disambut baik oleh pemerintah pekon dengan melakukan pembuatan masker kain dengan jumlah ribuan untuk melindungi warganya.
Yang saya salut lagi juga tidak melanggar aturan pembuatan maskernya memberdayakan masyarakat setempat, sehingga masyarakat selain merasa dilindungi juga merasa diberdayakan dan sangat terbantu disuasana wabah Covid-19 ini.
Saya berharap pekon-pekon meniru apa yang dilakukan kedua pekon ini khususnya pembuatan masker memberdayakan masyarakat setempat. Seandainya semua pekon melakukan gerakan pemberdayan masyarakat setempat dalam pembuatan masker sendiri serta pendistribusiannya serentak kemasyarakat ,saya yakin cukup efektif memutus mata rantai penyebaran pademi Corona tersebut diLampung Barat. tutup Nopiyadi. (Sf)
















Discussion about this post