MESUJI – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mesuji menggelar serangkaian kegiatan yang di pusatkan di Balai Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, jumat (17/07/2026).
Adapun rangkaian kegiatan yang digelar oleh Dinas P3AP2KB itu adalah, Deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, Pusat Informasi Sahabat Anak, guna memeriahkan peringatan HAN ke-42, Kabupaten Mesuji dengan tema ‘Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan’ merupakan komitmen Daerah berjuluk ‘Bumi Ragab Begawe Caram dalam meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari pratama menjadi Nindya atau bahkan lebih
Dalam laporannya, Kepala Dinas P3AP2KB, Ismail Fatoni, SKM., menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Selain itu, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kabupaten Layak Anak, Peraturan Bupati Mesuji Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kebijakan Partisipasi Anak dalam Pembangunan Kabupaten Mesuji, dan Surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/ 75/ I.02/ HK/ MSJ/ 2025 tentang Pembentukan Forum Anak Daerah Kabupaten Mesuji Periode 2025-20275.
Surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/ 26/ I.02/ HK/ MSJ/ 2025 tentang Penetapan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Tahun 2025-20286. Surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/ 51/ I.02 HK/ MSJ/ 2026 tentang Forum Generasi Berencana Periode 2026-20317. Surat Edaran Peringatan HAN Ke-42 di Kabupaten Mesuji Nomor 400.2.5/3887/IV.02/ MSJ/ 2026 tentang Peringatan Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026II. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATANKegiatan hari ini diselenggarakan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
Menurut Ismail, Deklarasi SRA (Satuan Pendidikan) Ramah Anak sebagai salah satu indikator dalam pemenuhan standarisasi SRA oleh kementrian PPPA, Pelantikan Forum Anak Daerah (FAD) dan Duta GenRe, Mengukuhkan agen perubahan (agent of change) dan wadah partisipasi anak dalam pembangunan, guna menekan angka pernikahan dini, anak putus sekolah dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Memperkuat komitmen gugus tugas KLA Kabupaten Mesuji dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak dalam rangkaian hari anak nasional melalui Kids Take Over, memberikan ruang partisipasi bagi anak termasuk anak dengan keterbatasan (disabilitas). Partisipasi aktif dalam peringatan HAN ke-42 ini sebagai wujud kepedulian anak di Kabupaten Mesuji melalui Forum anak Daerah dan forum genre,”urainya.
Kegiatan yang diikuti oleh Tim Gugus Tugas KLA Kabupaten Mesuji, Perwakilan Satuan Pendidikan yang di usulkan di standarisasi kementrian PPPA, SMPN 1 Mesuji, SMPN 2 Mesuji dan SMPN 10 Mesuji. Selain itu, SDIT Tunas Harapan dan SDN 8 Simpang Pematang, TK Surya Bakti, Perwakilan Puskesmas yang akan di usulkan standarisasi kementrian PPPA, Puskesmas Wirabangun, Puskesmas Simpang Pematang, Puskesmas Sidomulyo, Perwakilan PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) yang akan di usulkan standarisasi kementrian PPPA, serta Forum Anak Daerah (FAD) dan Forum Genre.
Ditempat yang sama, Bupati Mesuji, Hj. Elfianah. SE., berharap melalui deklarasi dan pengukuhan ini, Kabupaten Mesuji dapat secara nyata menurunkan angka kekerasan terhadap anak, menekan angka stunting melalui program remaja sehat, mencegah perkawinan usia anak, serta meningkatkan indeks pembangunan manusia.
“Kami menitipkan harapan besar kepada anak-anakku yang dikukuhkan hari ini untuk menjadi pelopor dan pelapor (2P) kebaikan di tengah masyarakat, “Kata Elfianah usai menyaksikan Deklarasi serta Mengukuhkan Forum Anak Daerah dan Duta GenRe Kabupaten Mesuji Tahun 2026.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Mesuji Hj. Elfiana, SE., Ketua DPRD Mesuji M. Jody Saputra, SE., Sekretaris Daerah Budiman Jaya, S.STP.,M.IP., Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala perangkat daerah se-Kabupaten Mesuji, Sekretaris Dinas P3A Provinsi Lampung, para Camat dan Kepala Desa.


















Discussion about this post