Translampung.id,Kalianda – Lamsel Fest 2025 resmi ditutup pada Minggu malam (16/11/ 2025), di Lapangan Korpri Kalianda.
Penutupan festival ini berlangsung sangat meriah, ditandai dengan membludaknya ribuan warga yang sejak sore telah memenuhi area acara untuk merayakan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Silet Open Up yang menyanyikan lagu viral “Tabola Bale”, membangkitkan euforia penonton dari semua kalangan.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menegaskan, bahwa Lamsel Fest adalah pesta rakyat dan simbol kebersamaan seluruh warga. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi publik dalam mendukung program-program inovasi dan pembangunan daerah.
“Hari ini ulang tahun Lampung Selatan, acaranya untuk kalian semua. Ini pesta rakyat untuk masyarakat,” ujar Bupati Egi disambut tepuk tangan meriah.
Dimoment pada malam puncak tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Lamsel juga menyerahkan tiga penghargaan inovasi daerah yang menjadi etalase kemajuan ekosistem riset dan pelayanan publik, yaitu Government Innovation Award (GIA), Kreanova Bang Radin 2025.
Menurut Kepala BRIDA Lamsel Muhammad Yusuf mengungkapkan, penghargaan Government Innovation Award (GIA) 2025 untuk penilaiannya dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi yakni Dr. Husna Tiara Putri, ST, MT (ITERA), dr. Christine Natalina Siregar (IDI Lampung Selatan), dan Chairunnisa, S.I.Kom., M.I.Kom. (Universitas Indonesia Mandiri).
“GIA 2025 tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi Inovasi Inklusif Menuju Lampung Selatan Sejahtera,” ujarnya.
Adapun Pemenang GIA 2025, dijelasakan M.Yusuf yakni Kategori Perangkat Daerah Juara I – Bappeda Inovasi: Anugerah Perencanaan Pembangunan (Anugerah Agnyana Saburai).
Juara II – RSUD Dr. Bob Bazar SKM
Inovasi: Pemeriksaan Feritin dan Pelayanan Telemedicine Thalasemia Bob Bazar (Permentasi Talasboba).

“Juara III – Disperkim
Inovasi: Swasembada Rumah
Harapan I: RSUD Bob Bazar SKM
Inovasi: SIUDA Sistem Single Use Layanan Hemodialisa (SIUDA)
Harapan II: Dinas Ketahanan Pangan
Inovasi: Jaminan Keamanan Beras dalam Kemasan versi 2 (JAMAN EMAS 2.0)
Harapan III: Dinas Perpustakaan & Kearsipan,” kata dia.
Selain itu ada juga penghargaan
Inovasi Sosialisasi Inklusi Sosial Pepustakaan (SOSIS PERPUS)
Pemenang GIA 2025, Kategori Kecamatan & Bagian:
Juara I – Bagian SDA
Inovasi: Fasilitasi Sosialisasi Kehutanan Sosial (FASTA SOSIS KETAN)
Juara II – Kecamatan Penengahan
Inovasi: Penggunaan voucher dalam distribusi hasil bugisa dalam kegiatan posyandu balita
Juara III – Kecamatan Sragi.

“Untuk Inovasi PESONA SRAGI 3
Harapan I: Bagian Perekonomian
Inovasi: Desa Inklusi Keuangan Menabung Saham (DESI KEMENHAM)
Harapan II: Bagian Organisasi
Inovasi: Mengevaluasi Secara Mandiri Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Monev Mandiri di Puskesmas)
Harapan III: Kecamatan Kalianda
Inovasi: Kalianda Fair dan Bazar UMKM (ALFA BARU),” urai Yusuf
Selanjutnya di malam tersebut BRIDA Lamsel juga menyerahkan untuk Pemenang GIA 2025 – Puskesmas yakni
Juara I – Puskesmas Tanjung Sari
Inovasi: Masyarakat Tanjung Sari Donor Darah (MATADOR)
Juara II – Puskesmas Penengahan
Inovasi: Sayangi Kantor Kita (SAKATA).
Juara III – Puskesmas Natar
Inovasi: Kenal dan Peduli Stunting oleh Masyarakat (KEPITING MAS)
Harapan I: Puskesmas Sukadamai
Inovasi: Basmi Stunting dengan Komitmen dan Pendekatan Sanitasi Pilar ke 3 (BASKOM SANTRI)
Harapan II: Puskesmas Kali Asin
Inovasi: Keluarga Sehat Tanpa Asap Rokok (KAS PASAR)
Harapan III: Puskesmas Hajimena
Inovasi: Sistem Informasi Pelaporan Wabah (SILAPAH).
“Sedangkan untuk KREANOVA BANG RADIN 2025
Dinilai oleh Khilwa Ilmi, S.E., M.Si., M.M. (Universitas Muhammadiyah Kalianda), Supriyanto, S.AB., M.Si. (Universitas Indonesia Mandiri), dan Pujo, S.Pd. (Ketua Komunitas UMKM Lampung Selatan), ajang ini menjadi wadah ekspresi riset terapan dan hilirisasi Produk Unggulan Daerah,” ungkapnya.
Untuk Pemenang dan Judul Karya, lanjut Yusuf Juara I diraih oleh Rika Wiliyana (SMAN 1 Kalianda)
Karya: Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong sebagai Nata De Cessava: Solusi Bioteknologi Terhadap Lingkungan dan Peningkatan Nilai Pangan serta Ekonomi di Provinsi Lampung
Juara II – Angel Arnelita Putri & Syifa Anjani (SMA Al-Huda)
Karya: Catbesia Salep Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur (Gallus Gallus), Cangkang Bekicot (Lissachatina Fulica), Sisik Ikan dan Air Pohon Pisang (Musa Paradisiaca) sebagai Inovasi Agro-Marine Care Untuk Perawatan Kaki Pecah-Pecah
Juara III – Nuraini Ry Namanya & Anggi M. Hutagalung (ITERA)
Karya: Penerapan Sistem Operabilitas 9E–1M dalam Pengembangan Inovasi Tepung Jagung Termodifikasi di Lampung Selatan.
Harapan I: Franklin Solano Sinaga, Akmal Fauzan Sutisna, dan Danish Ara Indra
Karya: Sintesis dan Karakterisasi Limbah Kulit Pisang Sebagai Bahan Aktif Bioplastik dengan Metode Solvent Casting
Harapan II: Silvia Nanda Agustin, Raffi Ramadhan Oktaviansyah, dan Nandy Thaher Ulga Karya: Smart Feeder Berbasis AI, Inovasi Tempat Pakan Lele Otomatis untuk Meningkatkan Efisiensi Budidaya dan Produktivitas UMKM.
“Harapan III: Rizky Bintang Fadillah, Satrio Divo Praditya, Laika Apriyadi
Karya: Sistem Pemantauan Kualitas Air Dan Lingkungan Tambak Berbasis Internet Of Things Menggunakan ESP32 dan Antarmuka Telegram Bot,” pungkasnya.(Johan/rls)
















Discussion about this post