Lampung – Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus mantan Caleg DPR RI Dapil Lampung I, A. Andoyo, menyoroti lemahnya manajerial partai di bawah kepemimpinan Plt. Ketua Umum PPP, Mardiono. Menurutnya, formasi struktur PPP saat Mardiono menjabat tidak sekuat formasi hasil islah yang lebih solid secara politik dan elektoral.
Andoyo menilai, dukungan tokoh nasional seperti Sandiaga Uno sebenarnya merupakan modal besar bagi PPP. Sandiaga merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, mantan Cawapres 2019, sekaligus Menteri aktif yang memiliki daya tarik tinggi di kalangan anak muda dan ibu-ibu. Namun, menurut Andoyo, semua keunggulan itu hilang karena lemahnya kemampuan manajerial Mardiono dalam mengelola potensi besar partai.
“Sandiaga Uno ibarat gajah yang berubah jadi kambing. Elektoralnya hilang seketika karena Mardiono tidak mampu menempatkan sumber kekuatan partai secara tepat,” ujar Andoyo, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, kegagalan memanfaatkan potensi elektoral Sandiaga Uno seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kepemimpinan Mardiono dalam menghadapi tantangan baru bersama duet Agus Suparmanto – Taj Yasin.
“Agus memiliki jejaring nasional yang luas, sementara Taj Yasin punya kekuatan elektoral besar — terbukti dari 3,8 juta suara yang ia peroleh saat maju DPD RI 2024, dan kemenangan di Pilkada Jateng 2024-2029 sebagai Wakil Gubernur,” jelasnya.
Andoyo mengingatkan agar potensi besar kedua tokoh ini tidak kembali “redup” di bawah kepemimpinan Mardiono seperti halnya yang dialami Sandiaga Uno.
“Jangan sampai elektoral Taj Yasin yang 3,8 juta suara, merosot jadi 30 ribu di belakang Mardiono,” tegasnya.
Ia menilai, jika PPP benar-benar ingin melakukan perubahan, langkah paling relevan adalah melakukan pembenahan dari pucuk pimpinan tertinggi.
“Perubahan sejati harus dimulai dari Ketua Umum,” pungkas Andoyo.



















Discussion about this post