PANARAGAN (translampung.Id) – Pesta Demokrasi Pemilu serempak pilpres dan legislatif baru berlalu pada 14 februari 2024. Penghitungan suara setidaknya sudah dapat dibaca, siapa presidennya dan calon legislatif yang akan duduk sebagai wakil rakyat periode 2024 – 2029.
Hal itu dikatakan Ketua Kajian Kritis Kebijakan Publik Pembangunan (K3PP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Ahmad Basri, melalui tulisannya, pada 16 februari 2024.
Menurutnya, ada sejumlah Incumbent yang tetap terpilih, ada juga diantara mereka yang menelan pil pahit, atau harus “Istirahat “ karena tidak memenuhi perolehan suara. Tentunya ada beberapa diantara mereka pendatang baru sebagai anggota Legislatif. Kendati itu merupakan bagian dari dinamika politik memiliki warna tersendiri.
“Dalam kontek hasil pileg di Tubaba sepertinya mengalami banyak perubahan didominasi oleh sejumlah pendatang baru dari berbagai unsur partai politik. Apalagi pada pemilu 2024 ini kursi dewan naik menjadi 35 yang sebelumnya 30 kursi” Tulis Abas, sapaan akrab Ketua K3PP.
Dia memprediksikan ada beberapa partai politik yang sebelumnya tidak memiliki kursi di legislatif pada pemilu ini mereka dapat menempatkan wakilnya, atau sebaliknya ada partai politik dapat penambahan peningkatan kursi. Namun ada pula yang sama sekali tidak mampu menempatkan wakilnya di legislatif.
“Untuk Partai politik utamanya Demokrat, Nasdem, Gerindra, PDIP masih mendominasi atmosfer politik di legislatif. Namun hasil pileg 2024 diprediksi ada pergeseran perolehan kursi di legislatif. Sebelumnya PDIP pemenang pemilu 2019 dengan menempat 7 kursi sekaligus menjadi ketua Dewan. Sepertinya pemilu 2024 ini harus merelakan jatuh ke Demokrat. Wakil ketua 1 bergeser ke PDIP sedangkan wakil ketua II bisa jadi masih diperebutkan antara Nasdem atau Gerindra” katanya.
Jika diperhatikan peta politik di Tubaba dalam politik kepartaian, Demokrat dan PDIP menjadi partai politik yang selalu mendominasi dan bersaing mengambil hati suara rakyat. Namun ada sedikit yang membedakan, PDIP Tubaba tidak memiliki figur sentral di dalam tubuh partai, partai cenderung dibangunan dengan mesin “patron klien“ satu keluarga tertentu yang mendominasi.
“Besarnya partai cenderung dari mesin “patron clien“ itu bekerja. Ini dapat terlihat satu keluarga yang mendominasi perolehan kursi legislatif. Jika “patron clien“ ini menghilang dipastikan PDIP akan kehilangan kekuatan. Bisa jadi akan menjadi partai kecil di Tubaba seperti partai Golkar yang hari ini sulit bangkit dari keterpurukan” Terangnya.
Sementara Partai Demokrat dibangun dengan kerja mesin partai yang relatif memiliki kader – kader partai yang potensial di dalamnya. Kenaikan suara Demokrat di pemilu 2024 yang menggeser PDIP setidaknya mempertegas itu semua.
“Berbicara tentang Demokrat tentu kita tidak mungkin menghilangkan satu nama “Busroni“ dalam membangun dan membesarkan partai. Kemampuan sebagai ketua Partai Demokrat telah teruji, dalam berbagai pemilu selalu menempatkan Demokrat menjadi partai politik, yang selalu unggul dan berada di papan atas dibandingkan partai lainnya” Paparnya.
Apa yang sesungguh menarik dari seorang Busroni sebagai politisi. Pria berbadan besar, kelahiran Tiyuh Karta 52 tahun silam itu, juga digadang – gadangkan maju dalam Pilkada Tubaba 2024. Pertama mampu menempatkan diri sebagai seorang politisi “senior“ empat kali tanpa jeda sebagai anggota legislatif. Pencapaian ini tentu sangat jarang kita temukan pada politisi lainnya di Tubaba.
Selain itu kata dia, Busroni salah satu ketua partai politik di lingkungan “Demokrat“ yang paling sukses membangun partai. Dari 13 kabupaten 2 kotamadya di Provinsi Lampung mungkin bisa dikatakan yang paling unggul dari ketua partai Demokrat lainnya. Hal ini dibuktikannya kepercayaan penuh dari DPP Demokrat dan Wilayah mengeluarkan surat resmi rekomendasi sebagai bakal calon Bupati Tubaba 2024 – 2029.
Ketiga Busroni mampu mengkapitalisasi dan mendorong kader – kader potensial untuk maju dalam setiap pemilu menggunakan partai Demokrat dan terbukti dengan tingkat keterwakilan yang tinggi dalam pemilu.
“Hemat saya dengan Ketua Dewan periode 2024 – 2029 dipimpin oleh Busroni tentu dinamika internal dewan akan mengalami suasana yang tentunya akan berubah dari sebelumnya. Jika sedikit bercermin pada kepemimpinan Ketua Dewan dipimpin oleh Ponco Nugroho tingkat legitimasi penerimaan para anggota dewan dapat dikatakan sangat rendah. Tingkat legitimasi kepercayaan internal dewan masih lebih unggul dimiliki oleh Busroni sebagai wakil ketua daripada Ponco Nugroho sebagai pimpinan dewan” Tegasnya.
Tentunya dengan segudang pengalaman yang dimiliki oleh Busroni sebagai seorang politisi senior tidaklah sulit baginya sebagai pimpinan Ketua Dewan untuk memimpin 35 anggota dewan dari berbagai unsur partai politik. Tantangan terbesar bagi seorang Busroni kedepannya tentu bagaimana memaksimalkan potensi 35 anggota dewan untuk memahami tugas dan fungsi sebagai anggota dewan.
“Membangun citra positif sebagai wakil rakyat adalah salah satu tugas berat dari seorang Busroni sebagai pimpinan dewan. Bagaimana aspirasi publik masyarakat dapat disalurkan dalam kebijakan – kebijakan pembangunan yang pro rakyat. Ditangan Busroni setidaknya harapan rakyat Tubaba dapat terwujud dalam segala aspek” Imbuhnya. (Dirman)


















Discussion about this post