PANARAGAN (translampung.id)– 8 ribu pengurus Masjid dan Musholla di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, ditargetkan menerima program jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pengurus Masjid dan Mushola itu, D Booster Indonesia cabang Kabupaten Tubaba, menjadi sponsor pemberian stimulan jaminan sosial tersebut.
“Tujuan pemberian BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus Masjid dan Mushola ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi pekerja atau Marbot Masjid dan Musholla saat bekerja mengurus rumah ibadah umat Islam berupa jaminan sosial,” kata Nurkholis Majid, Ketua DMI sekaligus D Booster Kabupaten Tubaba, kepada media, Senin (02/10/2023).
Menurutnya, dengan adanya jaminan sosial tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengurus Masjid dan Mushola di Tubaba, atas risiko finansial akibat kecelakaan atau kerugian lainnya yang mengancam jiwa selama melakukan aktivitas pekerjaan mengurus Masjid.
“Jika terjadi kecelakaan saat bekerja mengurus Masjid, para pengurus yang telah masuk BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan pelayanan kesehatan sampai sembuh dengan target pembiayaan mencapai Rp.174 juta. Kemudian kalau sampai meninggal dunia, maka pengurus Masjid tersebut akan diberikan santunan mencapai Rp.48 juta,” terangnya.
Bukan hanya santunan, lanjut dia, anaknya juga akan diberikan biaya pendidikan untuk 2 orang, mulai dari SD sampai S1. Untuk SD Rp.2 juta per Tahun, SMP Rp.3 juta per Tahun, SMA Rp.5 juta per Tahun, dan S1 Rp.12,5 juta per Tahun.
“Adapun pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah diberikan oleh D Booster Tubaba untuk tahap awal ini sebanyak 150 pengurus Masjid yang telah disalurkan pada 26/09/2023 lalu. Ini berupa stimulan atau pancingan pembuka jalannya sementara selama 1 bulan, untuk bulan berikutnya silahkan dilanjutkan oleh uang Infaq dan Shodaqoh yang ada di Masjid atau Musholla,” jelasnya.
Lebih jauh dia jelaskan, biaya BPJS Ketenagakerjaan ini setiap orangnya hanya sebesar Rp.16.800 per bulan, sehingga diarahkan setiap Masjid dan Musholla setidaknya ada 10 pengurus yang diikutkan dalam program jaminan sosial tersebut.
“Di Kabupaten Tubaba ini terdapat 800 Masjid dan Mushola, sehingga kami menargetkan 8 ribu Marbot atau pengurus Masjid dan Mushola terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan melalui pengelolaan keuangan Infaq dan Shodaqoh di Masjid, syukur-syukur nanti kalau ada bantuan lagi dari Pemerintah atau Baznas dan lembaga-lembaga lain. Oleh karenanya, kami berharap program ini berjalan sukses, demi peningkatan kesejahteraan para Marbot atau pengurus Masjid dan Mushola yang ada di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post