Pengenalan Soilless Culture System dalam mendukung pengkayaan eko-agrowisata Kampung Liman Benawi, Trimurjo, Lampung Tengah
PKM – PM Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung
Lima orang mahasiswa Universitas Lampung, 4 dari Jurusan Biologi FMIPA yaitu Vidyanti Kurniasih, Elfita Nova Yunior, Sevira Nur Azmi, Indah Ayu Lestari, dan dan satu orang dari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Yogi Aprio berkesempatan mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM PM) dari Kemenristekdikti tahun 2023 didampingi Dra. Elly Lestari Rustiati, M.Sc., dosen Jurusan Biologi FMIPA Unila.

Program tersebut bertema “Ajar tanam mentimun berbasis soilless culture system untuk pengkayaan eko-agrowisata Kampung Liman, Benawi Lampung Tengah” berbasis potensi desa. Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, yang juga desa binaan Kagama Lampung, mayoritas mata pencaharian masyarakatnya pada sektor pertanian dan perkebunan. Dalam upaya membangkitkan kembali eko-agrowisata berbasis sayuran pasca masa pandemi COVID 19 sekaligus berdaya inklusivitas usia lanjut, pengembangan pariwisata ini memiliki potensi yang menjanjikan dalam penggunaan metode soilless culture system.
Sebagian besar penduduk Kampung Liman Benawi memasuki usia non produktif, sehingga dalam persiapan menjadi kampung inklusif program pelatihan budidaya diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan kampung inklusif dengan melibatkan masyarakat lansia. Teknik budidaya soilless culture system dikenal sebagai budidaya tanaman tanpa tanah yang relatif mudah dan ramah lingkungan. Medianya dapat berupa arang sekam, sekam, cocopeat, air, jerami, serat kayu dan kompos. Keuntungan menggunakan teknik ini yaitu produktivitas lebih tinggi karena dapat dibudidayakan sepanjang musim dan hasil yang didapatkan lebih ramah lingkungan.

Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan sosialisasi serta pelatihan pada hari Rabu – Kamis, 5-6 Juli 2023 dihadiri anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) 1 dan 2, Dusun 2, Kampung Liman Benawi. Kegiatan ini didukung Kepala Kampung Liman Benawi Bapak Nyono Rahadi, perangkat kampung, dan Penyuluh Pertanian Lapangan Bapak Bayu Asmara. Pelatihan dan praktik yang dilakukan meliputi perangkaian alat tanam tanpa tanah dan dilanjutkan dengan pencampuran media tanam dan penyemaian. Empat alat tanam tanpa tanah yang telah dirangkai bersama, diserahkan kepada 4 perwakilan dua KWT, yaitu Ibu Purwati, Pak Toni dan dua anggota KWT yang mewakili menjelang lansia Ibu Widarmi (Ketua KWT) dan Ibu Saroh.
Pendampingan akan dilanjutkan sampai 3 bulan ke depan dengan penanaman, pemanenan mentimun, dan pelatihan produk pasca panen serta inisiasi pemasaran. Luaran dari kegiatan ini termasuk publikasi ilmiah, buku panduan mitra, video dokumentasi, akun media sosial Instagram (@ekoagrowisata.soillessculture) dan Facebook (Ekoagrowisata Soilless Culture).



















Discussion about this post