PANARAGAN (translampung.ID) –Selain Unit Pelayanan Teknis (UPT) pasar pulung Kencana. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung. Juga temukan dugaan penyimpangan realisasi anggaran pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung tahun 2022.
Hal tersebut disampaikan Kepala Inspektorat Prana Putera saat dihubungi translampung.id via telepon pada (17/5/2023) sekitar pukul 20.11 Wib.
“Iya semua tahun 2022 kemari, hampir semua OPD diperiksa dan ada temuan pengembalian oleh BPK” Kata Prana.
Terkait temuan BPK pada Dinas PUPR kata dia, memang hampir setiap tahun ada pengembalian, kelebihan pembayaran, dan kelebihan volume.
“Temuan BPK baru disampaikan tadi kepada kita, tapi memang sudah banyak juga yang dikembalikan oleh masing masing OPD dan ditindaklanjuti meskipun baru sebagian. Setelah ini akan segera kita surati masing-masing, Pihak terkait hingga batas waktu 60 hari kedepan” Tegasnya.
Sementara terkait anggaran sebesar Rp.1,2 Miliar pada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pasar pulung Kencana juga menjadi temuan BPK.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan. Anggaran tersebut diimplementasikan selain guna Pembelian peralatan Kamera pengawas CCTV, juga untuk pembayaran gaji security, tenaga kebersihan, dan Pengelola.
“Naskah Hasil Pemeriksaan (NHP) BPK mencapai Rp.190 juta. Soal temuan, itu terkait administrasinya. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh BPK dan Inspektorat atas perintah sekda” Jelasnya.
Buntut temuan tersebut lanjut dia, kepala UPT pasar pulung kencana Heri Yunizar akhirnya dinonjobkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) pekan lalu.
“Untuk pengganti Heri Yunizar sekarang Deni sebagai plt kepala UPT pasar pulung. Terkait temuan BPK sudah dikembalikan sebagian” Imbuhnya (D/r)

















Discussion about this post