PETINGGI IWO: Ketua PW IWO Provinsi Lampung, Riko Amir (kiri) sedang bersama Ketua Umum IWO Pusat, Jodhi Yudhono.
translampung.id, BANDARLAMPUNG – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung, Riko Amir, angkat bicara terkait adanya organisasi pers yang namanya sangat mirip, yaitu IWOI. Riko Amir menegaskan, bahwa Organisasi Pers IWO berbeda sama sekali dengan IWOI.
Melalui siaran persnya, Riko Amir menjelaskan, bahwa IWO Lampung adalah organisasi pers yang hadir di Lampung sejak tahun 2017. Saat ini, IWO telah memiliki susunan Pengurus Daerah (PD) hampir di seluruh 15 kabupaten/ kota di Sai Bumi Ruwa Jurai.
“Masyarakat harus tahu, supaya tidak bingung. Jadi saya jelaskan, bahwa Ikatan Wartawan Online (IWO) adalah organisasi pers yang berbeda dengan IWOI. PW IWO Lampung memiliki setiap PD di kabupaten/kota dan dipimpin oleh ketua dengan anggotanya adalah wartawan-wartawan yang masih aktif. PW IWO Lampung dan PD IWO di kabupaten/kota, memegang SK yang langsung ditandatangani Pimpimpinan Pengurus Pusat (PP) IWO yang berkedudukan di Jakarta. PP, PW, maupun PD IWO bersandar pada AD/ART IWO. Nah, mungkin karena namanya mirip, akhirnya membuat masyarakat yang tidak tahu menjadi bingung,” beber Puan Riko – sapaan akrabnya.
Dia juga menjelaskan, bahwa IWO saat ini, khususnya di Lampung, terus bergerak dengan fokus membekali seluruh anggotanya dengan berbagai pelatihan jurnalistik. Salah satunya adalah Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
”Kami fokus pada penguatan stuktur IWO di Lampung serta penguatan sumber daya manusia (SDM) jurnalis. Caranya dengan membekali berbagai pelatihan-pelatihan jurnalistik dan peningkatan kompetensi anggota. Yaitu dengan menggelar UKW setiap tahunnya. Dalam UKW ini, kami bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta sebagai Lembaga Penguji Resmi UKW yang ditunjuk oleh Dewan Pers,” terang Riko lagi.
Dirinya berharap dengan penjelasan ini, ke depan masyarakat di Lampung tidak lagi bingung dan bertanya terkait apa itu IWO dan IWOI.
“Kami Pengurus IWO di Lampung ini, terbuka dan siap bekerja sama dengan organisasi pers lainnya untuk selalu menjaga kode etik pers dan marwah pers,” dia menandaskan. (rls/ayp)



















Discussion about this post