MESUJI — Pelaksanaan pembangunan dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau P3TGAI yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk kelompok perkumpulan petani pemakai air (P3A) di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, terkesan asal jadi, dan tidak mengacu pada juklak dan juknis kegiatan.
Dari pantauan dilokasi, selain tanpa plang kegiatan, terlihat banyak paving atau cetakan beton yang belum terpasang untuk bangunan saluran irigasi dari program tersebut sudah rusak. Kemudian pada lokasi yang telah terpasang paving atau cetakan beton juga dikerjakan tanpa menggunakan perekat adukan semen, alias hanya disusun rapi pada aliran irigasi.
Hal itu diperparah dengan kondisi adanya genangan air di lokasi pembangunan yang sedang dikerjakan. Dimungkinkan aliran air pada lokasi pembangunan itu tidak terlebih dulu dilakukan pembendungan atau peralihan terhadap airnya sehingga pada saat pemasangan paving air masih terlihat menggenangi proyek bantuan balai besar tersebut.
Menurut keterangan Khoirul selaku ketua pelaksana pengerjaan proyek bantuan itu ketika dikonfirmasi mengaku bahwa memang pekerjaan lambat dilaksanakan karena faktor alam. Kendati begitu, dia mengatakan pekerjaan yang di kerjakan telah sesuai dengan Rancangan Aggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.
“Pengerjaan itu, sudah sesuai dengan RAB yang kita bikin, memang kendala kita pengerjaan itu belum selesai. Jadi masih banyak kendala-kendala di lapangan,ujar Khoirul yang juga oknum anggota Satpol-PP Mesuji pada media ini, Selasa (02/08).
Terkait pasangan beton tanpa menggunakan perekat semen ia mengaku itu akan dilakukan diakhir setelah semua beton disusun di lokasi irigasi. Begitupun papan informasi kegiatan akan dipasang setelah kegiatan selesai.
Untuk pagu anggaran dalam pelaksanaan proyek itu, Khoirul menuturkan, anggaran pelaksanaan proyek bantuan tersebut sebesar Rp.195 juta dengan volume panjang 700 meter.
“Dari total volume baru sekitar 350 meter yang sudah kita bangun, dan target kita akhir bulan selesai,” tukasnya.
Terpisah Bagas selaku Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) P3TGAI Desa Sungai Badak, ketika di hubungi melalui sambungan telepon seluler nya enggan menjawab telpon wartawan meski dalam keadaan aktif.(Nara)

















Discussion about this post