Translampung.id,Kalianda – Pedagang dikawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan mengeluhkan debu kenderaan mobil truck yang mengangkut batu pengerjaan proyek pengamanan pantai (Breakwater).
Kenderaan mobil truck dari PT.Hajar Nusantara Abadi (HNA) selaku subcont itu, hampir 24 jam non stop keluar masuk TPI Dermaga Bom sebagai lokasi dibangunnya breakwater tersebut.
Aktifitas tersebut, tak ayal banyak debu-debu dari kenderan truck pengangkut material bertaburan dilapak para pedagang.

“Capek juga mas. Hampir setiap hari kami (para penjual-red) disni harus membersihkan debu-debu ini. Diperparah lagi jika musim panas debunya semakin tebal,” keluh Ibu Elly (45) salah seorang pedagang yang sudah lama berjualan di TPI Dermaga Bom, Senin (20/6/2022).
Sebelum beraktifitas, lanjut Elly kelompok masyarakat sudah memgingatkan pihak PT.Hajar Abadi Nusantara agar menjaga kenyamanan dan keamanan teruma kami yang berjualan disini. Tetapi, pihak perusahan sepertinya tidak pekan dan mengabaikan para pedagang disni.
“Akibat aktifitas proyek tersebut, para pengunjung sepi. Sehingga dagangan kami sepi dari pembeli. Jika seperti ini pihak perusahan mematikan usaha kami,” celotehnya.

Kami berharap, pihak perusahan mau peduli dengan para pedangan disini dengan menyedian, semisal plastik/terpal untuk penutup dagangan kami dari debu-debu kenderan truck tersebut.
“Mereka itu sudah bekatifitas hampir sepuluh hari, tapi tak ada kepedulian mereka. Kami juga kepengin mencari rejeki disini mas, apalagi kami berjualan dilokasi ini sudah puluhan tahun, semestinya ada kepedulian mereka,” pungkasnya.(Johan).


















Discussion about this post