PANARAGAN (translampung.id)– Digagas oleh kolektif kesenian dan individu, gelaran festival budaya Purnama Tiyuh-tiyuh di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, siap digelar meski tanpa bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Acara sedianya digelar pada tanggal 17 Maret 2022 di kawasan Tiyuh-tiyuh, Uluan Nughik. Namun, dengan mempertimbangkan beberapa situasi dan menghindari cuaca buruk yang beberapa hari terakhir hujan deras dan angin kencang, acara ini pun ditunda dan dipindah.
Dikatakan Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, seluruh rangkaian acara akan digelar pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2022 pukul 19.30 Wib. Di Sesat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai, Islamic Center, Tubaba.
“Seluruh pembiayaan kegiatan ini dilakukan secara swadaya, tanpa menggunakan APBD Tubaba. Meskipun acara ini pernah diusulkan oleh Bupati Umar Ahmad dan masyarakat pecinta seni dan budaya, namun pemerintah daerah Tubaba menolak kegiatan ini.” Ujarnya, kepada translampung.id, Kamis (24/3/2022).
Para penggagas yang menjalankan kegiatan tersebut, mereka adalah Garis Budaya, Sanggar Pakem, Sekolah Seni Tubaba, Circus Art Show, Teater Klatak, Dalam Studio Cabang Tubaba, Sanggar Tumang Rajouw Penumangan, Rachmat Coffee, Mata Lensa, Tiyuh-tiyuh (Desa-desa) dan Komunitas Film Tubaba.
“Edisi kali ini kolektif seni Tubaba berkolaborasi dengan Tricia L. Sumarijanto, musik director dan konduktor angklung di Amerika Serikat.” Terangnya.
Para pengisi acara, berturut-turut sesuai susunan acara Fire Dance (Circus Art Show), Tari Sigeh Pengunten (Sanggar Tumang Rajou, Penumangan), Gitar Klasik Lampung (Akhi Karim, Pagardewa), Musik Q-thik (Sanggar Pakem), Angklung Kolaborasi (Sanggar Pakem-Teater Klatak), Angklung Yos Bisa (SD Yos Sudarso, Lampung Tengah), Angklung Bambu Tenor Bandar Jaya (Lampung Tengah), dan di akhir acara digelar sebuah pertunjukan Angklung interaktif dari Tricia L. Sumarijanto bersama para penonton.
“Acara ini sesungguhnya bertujuan melatih para pelaku seni dan budaya di Tubaba dalam menggelar event kebudayaan yang berkelanjutan.” Katanya.
Menurutnya, dari kegiatan ini pihaknya mengharapkan muncul bakat-bakat dalam bidang seni dan budaya, seperti produser, penata lighting, sound engineer, stage manager, konseptor event, ahli manajemen seni, sutradara, koreografer, penyanyi, penari, aktor teater, aktor film, perupa, seniman kriya, seniman tradisional gitar klasik lampung, seniman gamolan lampung, seniman seruling lampung, jurnalis kesenian dan keahlian-keahlian lainnya.
“Panitia menyediakan kursi untuk 100 orang. Karena Sebagian acara digelar secara outdoor diharapkan penonton membawa payung. Tentu saja panitia akan menerapkan protokol kesehatan, setiap penonton wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.” Jelasnya.
Menurutnya, bagi masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk kegiatan ini, silahkan ditransfer pada nomor rekening BRI, 5661 01 031 006 533 (Pendidikan Seni dan Ekologi). Email: senitubaba19@gmail.com.
Sementara itu, menurut Khoirul Hartoko dari Sanggar Pakem, sesungguhnya acara ini cukup mewadahi bakat-bakat seni dan budaya dari seluruh Tubaba.
“Acara ini sedianya digelar sebanyak 5 kali edisi dan pada edisi puncak digelar Festival Tiyuh-tiyuh. Acara ini penting karena bisa berdampak besar, salah satunya untuk regenerasi seniman tradisional, termasuk seni tradisional Lampung.” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post