TransLampung.ID Lampung Barat – Senter kelangkaan Minyak Goreng (Migor) sejak beberapa minggu terakhir jadi topik hangat di kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT), hal ini hampir terjadi diseluruh penjuru Indonesia. Minggu (20/2/2022)
Pasca diumumkannya harga Migor oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, beberapa waktu lalu yang merujuk pada surat menteri perdagangan RI nomor 66/PDN.4/01/2022 tanggal 18 Januari 2022 mengenai minyak goreng kemasan premium atau kemasan sederhana berlaku kebijakan satu harga yakni Rp.14 ribu/ liter.
Migor perhari mulai mengalami kelangkaan, bahkan ada dugaan terjadinya penimbunan Migor oleh oknum tidak bertanggung jawab. Meski demikian kebutuhan pokok IRT tersebut tetap harus dibeli dengan harga yang fantastis, hal serupa juga ikut terjadi dibeberapa pasar tradisional Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung.
Rudi, salah satu pedangan pasar tradisional Pekon Sukarame Kecamatan Balik Bukit mengatakan, sudah beberapa hari yang lewat harga Migor naik, bahannya susah dan untuk mendapatkan Migor harus paketan.
“Ya misalnya beli minyak harus digandeng dengan telur, kalok tidak seperti itu tidak dapat,” ujarnya.
Pihaknya menduga, adanya penimbunan Migor oleh oknum nakal karena harga diturunkan oleh pemerintah, “orang yang beduitlah yang bisa nimbunnya,” jelas Rudi sembari didampingi istrinya.
Dirinya menjual Rp. 28.000, per liter sudah satu pekan terakhir, “dari hari jumat, pokoknya sekitar satu minggu, modal beli aja 25.000,” saut Istri Rudi yang enggan menyebutkan namanya.
Dilain pihak, salah satu IRT Yeni, menuturkan, sebenarnya mahal tetapi mau gimana lagi dari dua hari yang lewat di rumah kehabisan stok minyak tetapi baru hari ini dapat Migor. “Kemarin keliling-keliling warung sekitar rumah pada kosong,” ucapnya.
Sementara hal serupa juga terjadi di
Kecamatan Belalau, bahkan harga Migor naik signifikan. Diakui, Ria, salah satu warga setempat, harga Migor di pasar Pekon Kenali hari ini (Minggu 20/2/2022 .Red) berpariasi tergantung pada merek minyak. Tadinya mau beli waktu ditanya harga ada Rp. 38.000 per liter bahkan ada yang sampai Rp. 40.000 per liter.
“Saya enggak jadi beli, enggak ada duitnya kalo segitu, mahal,” tutupnya. (Safri)















Discussion about this post