LAMPUNG UTARA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara dr Maya Metisa membantah jika pihaknya (para medis) tidak bekerja maksimal dalam menangani pasien covid-19 yang dirawat dan karantina di Islmic Center Kotabumi.
Bantahan dr Maya Metisa itu disampaikannya saat dikonfirmasi awak media di kantor Dinas Kesahatan Lampura, kamis (11/06/2020)
” Mungkin awal awal saja barangkali tapi saat ini kita ada piket dari medis dan non medis, kalau untuk pengobatan itu banyak, bahkan,” siapa itu yang baru pulang, Arizona, itu bawa segepok obat obatan, ada yang ga di makan,” ucap Maya
Jadi obat obatan itu ada, bahkan BPBD kalau dikotak nasi itu ada vitamin, jadi ga ada itu,
” untuk pelayan para medis kita sudah maksimal, Mungkin ini pemahamannya yang perlu kita luruskan, jadi mereka merasa katanya, didiemin ga dikasih obat, itu kita layani kok.” ucapnya
Bahkan kesininya kata Maya, dari dinas kesehatan sudah ada piket yang terdiri dari medis dan non medis. Jadi empat (4) puskesmas itu seminggu dua kali tatap muka dan vidio call.
Saat ditanya ada kekecewaan yang disampaikan pak thomson saat mendatangi posko gugus tugas covid-19 kemarin, ” ya itu saya tau karena kekecewaan, karena pak thomson itukan awal ya, tapi kita punya bukti kok,” ucapnya lagi
Sementara terkait keluhan pak thomson yang mengukur suhu badan sendiri, dikatakan Maya, jadi itukan alat yang memang mandiri bisa ngukur sendiri suhunya, itukan namanya pemantauan mandiri, jadi kalau dia panas lapor, jadi memang kita berikan alat pengukur suhu yang digital, itu namanya mandiri, jadi sewaktu waktu pasien bisa ngukur sendiri kalau panas langsung lapor, tehknisnya begitu. terangnya
Jadi kita ada jadwal jadwalnya disitu, seminggu 2 kali terus tatap muka juga ada hari harinya, jadi tidak benar para medis tidak maksimal dalam merawat pasien covid-19.
” Kemarin waktu di gugus tugas juga ada dr dian kabid saya menyelesaikan, keluarga pak thomsonkan kecewa terkait hasil swab dibilang rekayasa, swab itu kita terlambat bukan kita, karena waktu itu kita kirim ke palembang karena alatnya ada disana, itu saya mendengar juga sampai tiga jam kabid saya melayani disana,” tuturnya
Jadi sekali lagi itu tidak benar ya mengenai pelayanan medis itu, cunan mungkin namanya juga sikon ya, ada mungkin yang tidak cocok makanannya, tetapi sebetulnya kita sudah maksimal, pungkasnya
Diberitakan sebelumnya pak thomson (52) menyampaikan keluhan dan kekecewaannya terhadap penanganan para medis dan tidak ditunjukkannya hasil swab selama dirawat dan dikarantina di gedung Islamic center Kotabumi, hal itu disampaikan thomson saat mendatangi posko gugus tugas covid -19 di gedung korpri, rabu (10/06/2020).

















Discussion about this post