TRANSLAMPUNG.COM ,PESAWARAN- Ratusan Kelurga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran melakukan pencairan bantuan dampak Covid -19 dari Kementerian Sosial RI melalui petugas Kantor Pos dan Giro, yang di laksanakan di Balai Pertemuan Kecamatan Pedang Cermin.Senin (11/05/2020).
Dari jumlah sebanyak 543 KPM yang mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementriaan Sosial ini berasal dari 11 desa yang ada di kecamatan Padang Cermin. Dan setiap KPM mendapat bantuan sebesar Rp 600 00 untuk tahap pertama.
“Bantuan ini sudah di salurkan langsung kepada masyarakat sesuai data diri kemensos RI. Selama tiga bulan dan untuk tahap pertama yakni Bulan April ini sebesar Rp 600.00 ,”kata Darsoyo selaku camatan Parang cerim saat melakukan peninjauan pememberin bantuan tersebut.
Menurut Darsoyo bahwa, Kementerian sosial (Kemensos ) RI menggulirkan BST kepada masyarakat terdampak Covid-19 untuk tahap satu cair Rp600.000 sesuai data dari pusat.Dan sistem dalam pencairan ini sesuai data dari Kemensos yang akan dicocokkan dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam KK dan KTP penerima bantuan.
“KPM di berasal dari 11 Desa yang terdaftar di Kemensos RI sebagai penerima manfaat bantuan tersebut yang akan di terima tiga tahap dan tahap pertama hari ini sebesar Rp 600.000 untuk bulan April dan dua bulan selanjutnya akan disalurkan kembali,” kata dia.
Darsoyo menjelaskan bila ada warga masyarakat di Kecamatan Padang Cermin yang belum ada kesempatan menerima BST dari Kemensos RI di harapkan jangan ada kecemburuan sosial karna masyarakat yang belum mendapat bantuan akan di bantu melalui (Bantuan Langsung Tunai (BLT ) Dana Desa masing- masing Desa.
“Nah ,kalau ada masyarakat yang belum mendapat bantuan ini nati bantuan-bantuan lain yang akan diterimanya karena masih banyak program bantuan yang belum tersalurkan seperti ada Bantuan langsung Tunai (BLT) dana desa, atau masuk terdaftar dalam BLT dana desa, bantuan kabupaten atau Provinsi,” ujarnya.
Dan dirinya jiga berharap agar dalam penyaluran bantuan ini tidak menimbulkan over lapping (tumbang tindiq) data penerima bantuan terdampak covid-19 dan jangan sampai terjadi penerima ganda yang akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat di masing -masing desa.
“Intinya jika masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan Kemensos RI tidak lagi menerima bantuan BLT Dana Desa, begitupun PKH, BPNT, PJS tentunya tidak lagi menerima BLT dana desa dan bantuan Kemensos RI,” pungkasnya (ydn).


















Discussion about this post