TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Majelis Ulama Indonesia (MUI), tekankan kepada masyarakat khususnya yang beragama islam, untuk memperdalam tentang pemahaman iman dan ilmu di tengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).
Dikatakan Ketua MUI Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Ustadz Muhyiddin Pardi, saat diwawancarai translampung.com pada Jumat (24/4/2020) pukul 10.20 Wib. Bahwa memang tidak dapat dipungkiri kebanyakan umat lupa akan pemahaman bahwa iman dan ilmu adalah hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Saya memang mendengar ada masyarakat yang tidak takut Corona karena hidup mati di tangan Allah, itu memang benar, tapi ingat Allah juga telah menurunkan ilmu pengetahuan agar kita juga tidak terjerumus. Sebagai contoh, dengan keadaan saat ini, maka ilmu sains ataupun kesehatan menganjurkan memakai masker dan sebagainya, agar tidak terkontaminasi Corona, itu adalah bentuk ikhtiar kita kepada Allah. Jika tidak dilakukan anjuran itu, maka sama saja kita bunuh diri,” jelasnya.
Berilmu tanpa beriman itu rapuh, beriman tanpa berilmu itu buta, tegasnya. Yang pada intinya beriman dan berilmu adalah elemen penting yang harus kita miliki, tidak dapat dikedepankan salah satunya.
“Pada saat zaman nabi pun pernah terjadi wabah penyakit, yang mengharuskan ibadah dilakukan dirumah dan saling menjaga jarak. Karena dengan cara itu maka akan cepat memutus mata rantai penyebaran Virus,” ungkapnya.
Allah Swt akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi seperti firman-Nya dalam Al-quran surah Al-Mujaadilah ayat 11 yang artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
“Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah maupun dari Fatwa MUI, karena itu demi kebaikan kita bersama,” imbuhnya. (D/R)


















Discussion about this post