TRANSLAMPUNG.COM,BANDARLAMPUNG- Tidak mudah bagi warga LK II RT 009 Pulau pasaran Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) Nur,Aini (64) memperoleh bantuan dari pemerintah kota Bandar Lampung untuk biyaya pengobatan penyakit Kangger Payudara yang dideritanya selama ini.
Segala upaya telah di lakukanya untuk mendapat perhatian atau bantuan tersebut,namun bantuan tersebut sampai saat ini tidak kunjung juga,padahal segala persaratan sudah di penuhinya,namun masih saja tidak ada kejelasan untuk mendapatkan bantuan yang di harakan ini.
Menurut keterangan Nur,Aini selama ini dirinya di renggut penyakit Kanggker Payudara Ganas, Namun, sudah di lakukan oprasi di Sumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeluek (RSUADM) Bandar Lampung beberapa bulan lalu, dan semua biyaya di tanggung BPJS.tapi dari hasil pemerikasan dokter bahwa penyakit yang diderita selam ini merupakan penyakit Kanger Payudara terbilang penyakit kanger yang ganas.
“Nah,dari hasil oprasi ini akan dilakukan pemèriksaan leb ke- jakarta untuk mengetahui hasilnya, ada biayanya tambahan dan biyaya ini tidak di tanggung BPJS, kami tidak mampu untuk membiyayainya,makanya saya minta bantuan ke pihak pemerintah kota(Pemkot) Bandar Lampung untuk pembiyayan tes leb yang akan di kirim ke Jakarta ini ,”ucapnya.
Dirinya menjelaskan bahwa biaya yang di perlukan untuk tes leb ke-jakarta ini sebesar Rp 1.750.000.000 (Satu Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ), Namun uang sebesar itu tidak mampu untuk di kelurkan oleh kelurga karna jangan kan mau mengeluarkan biyaya tesebut makan sehari -hari saja susah karna keadan memang lagi susah.
“Nah karna kami tidak mampu makanya kami kelurga minta bantuan dari Pemerintah kota ,”jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan untuk memperloleh bantuan dari Pemkot ini pihak kelurga harus menyertakan kelengkapan surat -surat atas sarat yang di ajukan di Dinas Sosial kota, dan pihak kelurga sudah melakukkannya seperti pembuatan surat keterangan tidak mampu yang di rekomendasi dari kelurahan dan pihak kecamatan.
“Sarat -sarat itu sudah kami lengkapi tapi memang sangat sulit ,meskipun kami sudah di bantu pihak kelurahan dan camat untuk memperoleh bantuan ini.”jelasnya.
Pihak kelurga juga sudah mendatangi Dinas Sosial kota Bandar Lampung dan menyerahkan surat -Surat persaratan untuk memperoleh bantuan ini dan dari pihak Dinas Sosial kota melalui Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Alam dan Sosial,Feri Hartawijaya menyarankan untuk koordinasi kepihak Camat dan pihak lurah setempat.
“Nah,setelah saya menemui pak Feri dia lalu menelpon pak Camat dan Pak lurah untuk menekel masalah bantuan ini dan saya di sarakan untuk menemui pak camat dan Pak lurah ,”kaya Wahyu yang merupak anak dari Ibu,Nur,Aini.
“Pak feri langsung menelpon camat dan Lurah bahwa terkait masalah ini jangan sampai ke pak Wali Kota,cukup di tekel oleh camat dan Lurah saja,dan saya disarakan pak feri untuk nemuin camat dan lurah,”ujar Wahyu.
Namun, alangkah kecewanya pihak kelurga lanjut Wahyu,setelah saran dari Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Alam dan Sosial, Feri untuk menemui Camat dan lurah ternyata solusi yang diberikan oleh lurah bahwa pihak kelurga di sarankan untuk menghubungi RT dan meminta bantuan ke semua warga di pulau pasaran.
“Jelas atas saran itu orang tua kami menolaknya karna kami tidak mau membebankan masyarakt di pulau pasaran karan kami hanya meminta bantuan dari pihak pemkot Bandar Lampung ,”tegas Wahyu.
Sementara saat di konfirmasi Bidang Ban Jam Sos dinas Sosial Kota Bandar Lampung Santoso ,menjelaskan bahwa terkait masalah ini memang sudah sejak lama Ibu tersebut meminta bantuan ke Dinas Sosial, namun kami sarankan untuk memperbaharui Nosurat dari pihak kecamatan soalnya di nomor tersebut di tahun 2019 sedangkan saat ini sudah tahun 2020.
“Kita khawatirnya pihak kelurga sudah pernah di bantu walikota tapi kalau belum silahkan mengajukan surat- surat kelengkapanya,”kata Santoso.
Ia juga menyayangkan bahwa terkait masalah ini tidak semestinya harus ke Dinas sosial,namun cukup denga pihak Kecamatan dan kelurahan karna dengan dana yang di minta oleh pihak kelurga masih relatip kecil.
“Sebenarnya cukup yang mengatasinnya Camat dan lurah tapi cobak nanti kami ajukan ke Walikota terkait harapan masyarakt ini, setelah surat-surat kami cek saat ini masih terkendala dari surat rujukan pihak Kecamatan yang salah dalam pembuatan No surat ,”jelasnya.
“Surat ini sudah saya cek,yang jelas kalau prosedur sudah sesuai, saya siap membantunya,tapi saya minta untuk di lengkapi nomor surat dari pihak camat karna ini di khawatirkan bermasalah,tapi hari ini sudah kami proses,”pungkasnya,(ydn).


















Discussion about this post