• About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Forum
Kamis, 7 Mei 2026
No Result
View All Result
translampung.id
Advertisement
  • Home
  • Berita Utama
    Pastikan Kualitas Layanan, Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Kunjungi RSU Muhammadiyah Metro

    Pastikan Kualitas Layanan, Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Kunjungi RSU Muhammadiyah Metro

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • TV
  • Home
  • Berita Utama
    Pastikan Kualitas Layanan, Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Kunjungi RSU Muhammadiyah Metro

    Pastikan Kualitas Layanan, Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Kunjungi RSU Muhammadiyah Metro

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • TV
No Result
View All Result
translampung.id
No Result
View All Result
Home Daerah Bandarlampung

Jung, Bahtera Keadilan

Devi Oktaviansyah by Devi Oktaviansyah
6 Februari 2020 | 10 : 32
in Bandarlampung
0
5
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Sujarwo Atmo Waridjo SH. MH.

Bandar Lampung — Perbincangan sangat menarik bersama Sujarwo Atmo Waridjo SH. MH. Tentang seni budaya, sejarah, pendidikan dan hukum, merupakan kesempatan langka ditengah kesibukan Beliau yang teramat padat, di hari libur pun tetap beraktifitas dalam suasana rilek dan santai menerima awak media dalam lobi kantornya yang sejuk damai, dengan warna dinding putih, membias sinar kehijauan terang dan teduh sangat eksklusif.
Dalam perbincangan yang asyik Beliau menjelaskan tentang lukisan dinding bergaya etnik bermotif Kapal Jung, corak kain pelepai Lampung yang menghiasi ruang tamu kantornya.

Sujarwo menjelaskan bahwa: Djong (juga disebut jong, jung atau junk) adalah jenis kapal layar kuno yang berasal dari Jawa, digunakan secara umum oleh pelaut Jawa dan Melayu. Djong (Jung) berfungsi utama sebagai kapal penumpang dan kapal kargo, dapat mencapai Ghana atau bahkan Brazil di zaman kuno. Bobot muatan rata-rata adalah 400-500 ton, dengan kisaran 85-700 ton. Pada zaman Majapahit kapal jenis ini digunakan sebagai kapal perang, tetapi masih dominan sebagai kapal angkut

BACA JUGA

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin Langsung Rakor Pengendalian Inflasi, Beri Arahan 3 Sektor Penting: Infrastruktur dan Transportasi, Pendidikan, serta Stabilitas Harga

Bukti Lampung sebagai Lumbung Singkong Nasional, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Lepas Ekspor Perdana 3.300 ton Tepung Tapioka ke Tiongkok dengan Nilai Mencapai Rp26 Miliar

Pemprov Lampung Perkuat Reformasi Birokrasi melalui Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di BKD Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Teknologi Kedokteran dengan Stem Cell and Cancer Research Indonesia dan Agung Putra University Semarang untuk Pengembangan Bioteknologi dan Biomedis

Kapal Besar Jung Jawa, Armada Terbesar Indonesia di Masa Lampau yang Jarang Orang Ketahui

Sejarah Indonesia terkait dengan lautnya memang tidak akan ada habisnya. Istilah “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” semakin mengarah pada kebenaran. Karena pada dasarnya rakyat nusantara dikenal dengan kemampuannya berlayar dan melakukan eksplorasi laut. Bahkan jauh sebelum era Cheng Ho dan Colombus melakukan pelayaran dunia untuk mengeksplorasi bagian-bagian terjauh bumi, penjelajah laut Nusantara telah melakukan pelayaran hingga benua-benua lainnya. Jika melihat catatan perjalanan keagamaan yang ditulis oleh I-Tsing (671-695 M), ia melakukan perjalanan ke India Selatan menggunakan kapal dari Kerajaan Sriwijaya yang pada waktu itu dikenal sebagai penguasa Laut Selatan.

“Orang Jawa adalah orang-orang yang sangat berpengalaman dalam seni navigasi, sampai mereka dianggap sebagai perintis seni paling kuno ini, walaupun banyak yang menunjukkan bahwa orang Cina lebih berhak atas penghargaan ini, dan menegaskan bahwa seni ini diteruskan dari mereka kepada orang Jawa. Tetapi yang pasti adalah orang Jawa yang dahulu berlayar ke Tanjung Harapan dan mengadakan hubungan dengan Madagaskar, dimana sekarang banyak dijumpai penduduk asli Madagaskar yang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan orang Jawa”. Itulah tulisan dari Diego de Couto dalam bukunya yang berjudul Da Asia yang terbit pada 1645, yang menggambarkan seberapa eksploratifnya masyarakat Jawa di waktu itu”
Demikian ujar Sujarwo Atmo Waridjo SH. MH. Di Kantor Advocate & Legal Consultant Sujarwo & Partners Jl. Gatot Subroto No 70C Garuntang Bandar Lampung. Minggu (20-02-2020).

Salah satu bukti kejayaan dari Masyarakat Jawa di masa lampau adalah Kapal Jung Jawa, yang merupakan kapal terbesar dalam sejarah dunia. “Nama Jung jika diartikan dalam bahasa Jawa Kuno berarti kapal perahu besar. Sedangkan khazanah Melayu juga mengartikan Jung sebagai kapal yang hanya dimiliki oleh orang Jawa. Sejarahnya bermula di era 1500-an ketika orang Jawa dikenal menguasai kawasan Asia Tenggara, dengan menguasai jalur rempah-rempah antara Maluku, Jawa, dan Malaka” jelas Sujarwo.

“Sehingga lambat laun Pelabuhan Malaka menjadi pusat perdagangan pada waktu itu. Pedagang, nahkoda kapal, bahkan tukang kayu memilih untuk menetap di wilayah tersebut. Kemampuan orang Jawa dalam membangun kapal juga menjadi modal untuk terus mengembangkan kapal-kapal besarnya. Bahkan jika melihat relief pada Candi Borobudur tergambar bahwa masyarakat sana telah berhasil membangun perahu bercadik, yang kemudian disebut sebagai Kapal Borobudur.

Puncak kejayaan perkapalan di Jawa adalah ketika orang Jawa berhasil membuat kapal Jung Jawa pada abad ke 8. Kapal ini menjadi perhatian kawasan Asia Tenggara, karena teknologi yang digunakan dalam pembuatan kapal ini cukup unik. Jung Jawa dibangun tanpa menggunakan paku, seperti halnya pembuatan Kapal Borobudur. Kapal ini terdiri dari empat tiang layar dan dinding, yang merupakan gabungan dari empat lapis kayu sehingga tahan akan tembakan meriam dari kapal-kapal Portugis. Berat dari Jung Jawa juga bervariasi, dari kisaran 600 ton hingga 1000 ton seperti yang digunakan oleh Kerajaan Demak dalam peperangan di Malaka tahun 1513″ jelasnya.

Dilansir dari berbagai sumber. Ukuran Jung Jawa berdasarkan pada catatan Tome Pires dan Gaspar Correia juga sangat besar. Bahkan Jung Jawa tidak dapat menepi ke daratan karena ukurannya yang begitu besar. Sehingga diperlukan kapal kecil untuk melakukan bongkar muat. Selain itu Jung Jawa menurut Gaspar Correia melebihi besar dari kapal terbesar Portugis pada waktu itu, Kapal Flor de La Mar.

“Kapal Flor de La Mar, dikenal memiliki kapasitas 500 orang pasukan dan 50 buah meriam. Data ini jika dibandingkan dengan kapasitas Jong Jawa, akan cukup timpang. Menurut buku “Majapahit Peradaban Maritim”, Jung Jawa memiliki ukuran 4 hingga 5 kali lipat Kapal Flor de La Mar. Jung Jawa memiliki panjang 300-400 meter. Sehingga jika dibandingkan dengan kapal milik Cheng Ho yang hanya memiliki panjang 138 meter, Jung Jawa jauh lebih besar dan setara dengan bahtera atau kapal induk di masa sekarang” ujar Sujarwo.

“Jung jika diartikan dalam bahasa Jawa Kuno berarti kapal. “Sujarwo & Partners” ini saya ibaratkan kapal besar yang di dalamnya di naiki oleh para pengacara sebagai Pilar-pilar Penegak Keadilan dengan muatan gunungan.

Gunungan dalam pewayangan adalah figur khusus berbentuk gambar gunung beserta isinya.
Gunung memiliki banyak fungsi di dalamnya terdapat banyak penggambaran yang berbeda-beda pada dua sisinya. Pada salah satu sisi, di bagian bawah terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai, melambangkan pintu gerbang istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kehidupan (kalpataru) yang dibelit oleh seekor ular naga. Pada cabang pohon digambarkan beberapa binatang hutan, seperti harimau, gajah, kera, dan burung.
Secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara, kelestarian alam harus tetap terjaga. Kalau hutan rusak berarti alam ini akan ikut rusak” ujar Sujarwo.

Intinya gunungan melambangkan keadaan alam, kehidupan di dunia beserta isinya.
Semuanya memiliki hak hidup, sejahtera berkeadilan” tandas Sujarwo menegaskan.

“Dari uraian saya tadi menginspirasi pelukis nya, Bambang Suroboyo untuk melukis yang diberi judul “Jung, Bahtera Keadilan” (2019) spesifikasi karya. Media: Cat Air diatas kanvas. Ukuran 100 Cm X 65 Cm. Karya adaptasi dari Kain Pelepai Lampung.

Pelepai adalah kain kapal yang dipakai sebagai hiasan dinding untuk acara adat. Umumnya kain Pelepai hanya dimiliki oleh sesepuh adat.

Motif kapal Lampung juga diartikan sebuah lambang perjalanan hidup manusia sejak dari lahir sampai saat menutup mata selama-lamanya, juga diartikan sebagai perlambang kehidupan manusia yang senantiasa bergerak dari satu titik ke titik tujuan dan memiliki hak kehidupan berkeadilan. Diatur dalam UUD No. 39 tahun 1999 dan UUD pasal 28 A-J.” Tandas Sujarwo mengakhiri perbincangan. [sby]

Related Posts

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin Langsung Rakor Pengendalian Inflasi, Beri Arahan 3 Sektor Penting: Infrastruktur dan Transportasi, Pendidikan, serta Stabilitas Harga
Bandarlampung

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin Langsung Rakor Pengendalian Inflasi, Beri Arahan 3 Sektor Penting: Infrastruktur dan Transportasi, Pendidikan, serta Stabilitas Harga

7 jam ago
Bukti Lampung sebagai Lumbung Singkong Nasional, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Lepas Ekspor Perdana 3.300 ton Tepung Tapioka ke Tiongkok dengan Nilai Mencapai Rp26 Miliar
Bandarlampung

Bukti Lampung sebagai Lumbung Singkong Nasional, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Lepas Ekspor Perdana 3.300 ton Tepung Tapioka ke Tiongkok dengan Nilai Mencapai Rp26 Miliar

1 hari ago
Pemprov Lampung Perkuat Reformasi Birokrasi melalui Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di BKD Provinsi Lampung
Bandarlampung

Pemprov Lampung Perkuat Reformasi Birokrasi melalui Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di BKD Provinsi Lampung

1 hari ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kami Senang Dipanggil Kejaksaan, Bongkar Semua Pejabat Yang Terlibat, Dinas Paksa Buat Laporan Palsu Untuk PAD

Kami Senang Dipanggil Kejaksaan, Bongkar Semua Pejabat Yang Terlibat, Dinas Paksa Buat Laporan Palsu Untuk PAD

18 April 2025 | 13 : 05
Oknum Wartawan dan Ketua LSM Ditersangkakan, Kasatreskrim Polres Tanggamus: ”Pasalnya Pemerasan Bukan Gratifikasi, Begini Penjelasannya”

Oknum Wartawan dan Ketua LSM Ditersangkakan, Kasatreskrim Polres Tanggamus: ”Pasalnya Pemerasan Bukan Gratifikasi, Begini Penjelasannya”

4 April 2024 | 19 : 51
Siap Panen, Kebun Singkong Milik Warga Desa Pekurun Digondol Maling

Siap Panen, Kebun Singkong Milik Warga Desa Pekurun Digondol Maling

26 Agustus 2024 | 01 : 01
Rumah Pribadi Bupati Budi Utomo  Didatangi Puluhan Kontraktor Lampung Utara

Rumah Pribadi Bupati Budi Utomo  Didatangi Puluhan Kontraktor Lampung Utara

15 November 2023 | 18 : 08
Tekab 308 Polres Lampura Telusuri Tukang Becak Di pasar Dekon Kotabumi

Tekab 308 Polres Lampura Telusuri Tukang Becak Di pasar Dekon Kotabumi

25 Agustus 2024 | 17 : 03

EDITOR'S PICK

Operasi Pasar Minyak Goreng Di Lampura Berakhir Ricuh

Operasi Pasar Minyak Goreng Di Lampura Berakhir Ricuh

21 Februari 2022 | 20 : 05

Warga Kibang Tri Jaya Ditemukan Tewas Gantung Diri

11 April 2020 | 11 : 10
Pembangunan Kesehatan Jadi Salahsatu Program Prioritas Pemkab Pringsewu

Pembangunan Kesehatan Jadi Salahsatu Program Prioritas Pemkab Pringsewu

2 Desember 2022 | 09 : 29

Gubernur Arinal dan Dirjen PUPR Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan untuk 5.588 Penerima di 13 Kabupaten

4 Oktober 2019 | 09 : 30
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Forum
Call us: +62 811 TRANSLAMPUNG.ID

Copyright © 2022 TransLampung.ID | Design by Andi ID .

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Hiburan
  • Fashion
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • TV
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal

Copyright © 2022 TransLampung.ID | Design by Andi ID .

error: Content is protected !!