MESUJI — Masyarakat di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya, diberikan pelatihan untuk mengolah limbah pelepah sawit menjadi pupuk dan pakan ternak, oleh mahasiswa KKN dari Universitas Lampung (UNILA) di Balai Desa setempat, Kamis (30/1).
Pelatihan tersebut di bimbing langsung oleh Sekretaris Jurusan Tehnik Pertanian Unila, DR.Sandi Asmara. M, Si. Dengan di dampingi oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mesuji Irhandi Juanesvant, Kepala Desa Tanjung Sari Ashar, Babinkamtibmas, dan para mahasiswa KKN Unila.
Sandi mengatakan, pihaknya sengaja datang jauh-jauh dari Kota Bandar Lampung ke Mesuji untuk membantu masyarakat disana. Khususnya, masyarakat di Desa Tanjung Sari dalam mengolah limbah pelepah sawit, agar menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat diantaranya menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
“Saya berharap masyarakat di Mesuji, khususnya di Desa Tanjung Sari ini bisa memanfaatkan limbah pelepah sawit yang tadinya hanya menjadi sampah dan mengotori kebun, menjadi produk yang memiliki nilai tambah,”Ungkapnya.
Sandi menyebutkan, bahwa pihaknya sudah melakukan pelatihan semacam di beberapa daerah di Provinsi Lampung, diantaranya Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Selatan, Tulangbawang, Way Kanan dan di Mesuji.
Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Mesuji Irhandi Juanesvant mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program -program seperti ini. Sebab, Mesuji merupakan salah satu daerah perkebunan kelapa sawit terbesar di Lampung.
“Jadi, dengan adanya pelatihan ini memang sangat diperlukan masyarakat, dalam rangka peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat dari olahan limbah pelepah sawit yang selama ini hanya menjadi sampah dan tidak bermanfaat,”ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa Sumber Daya Alam di Mesuji ini cukup banyak dan untuk pengolahan limbah itu sendiri pihaknya merasa mampu untuk mengolahnya secara maksimal supaya menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri, selama ini limbah atau sampah ini hanya dibiarkan membusuk begitu saja.
“Harapan saya dengan adanya tehnologi ini bekerja sama dengan pihak Unila dapat mengurai limbah-limbah yang ada di Mesuji terutama limbah organik itu dapat kita maksimalkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kedepannya, masyarakat tidak hanya fokus di perkebunan kelapa sawit saja, jadi mereka juga punya produk lain selain sawit, mudah-mudahan program ini juga mampu mengurangi angka pengangguran di Mesuji,”Tandasnya.(Nara)

















Discussion about this post