MESUJI – Berdasarkan pantauan citra satelit stasiun meteorologi kelas I Raden Inten II Lampung Selatan melalui NASA (MODIS, NOAA-20, dan SNPP), Kabupaten Mesuji tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Provinsi Lampung yakni sebanyak 31 titik. Hal ini berakibat terhadap dampak kesehatan bagi masyarakat setempat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mesuji, dr. Harizal Hasni, M.M., menghimbau dan mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat akibat melonjaknya titik panas (hotspot) yang memicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas diluar rumah serta tidak lupa menggunakan masker untuk mencegah terpapar penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dalam tubuh,” ungkapnya, rabu(02/09/26).
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Ratu Tara itu menegaskan, bahwa masalah kabut asap tidak boleh hanya dipandang sebagai isu lingkungan, melainkan sebagai ancaman nyata bagi kesehatan manusia, khususnya tumbuh kembang anak-anak.
“Kabut asap harus direspons dengan langkah pencegahan medis karena polutan berbahaya mengancam organ pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan,” tambahnya.
Selain itu, dokter muda ini juga berpesan untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan karena dapat meningkatkan volume pernapasan dan mempercepat penyerapan polutan ke paru-paru yang dapat berakibat fatal bagi tubuh dan kesehatan.
“Hindari olahraga berat dan dianjurkan olahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima, selain itu masyarakat diimbau segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan sesak napas, batuk persisten, flu, mata perih, atau iritasi tenggorokan,”tutupnya. (Nara)

















Discussion about this post