KALUNGKAN MEDALI: Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi saat mengalungkan medali kepada para atlet yang menjuarai Porkab 2025 Kabupaten Tanggamus di GOR Ratu, Kotaagung Timur, Senin (24/11/2025) malam. (Foto-foto: IST)
translampung.id, TANGGAMUS – Senja baru saja turun di langit Kotaagung, ketika gemuruh tepuk tangan memenuhi Gedung Olahraga (GOR) Ratu Kabupaten Tanggamus. Senin (24/11/2025) malam, menjadi hari ketika mimpi, peluh, dan semangat para atlet muda resmi ditutup dalam perhelatan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tanggamus 2025. Namun, bagi banyak jiwa yang hadir malam itu, sesungguhnya bukan sekadar penutupan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Sejak 4 November 2025 lalu, kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama ini hidup dalam ritme kompetisi. Ribuan langkah atlet dari 18 cabang olahraga berlomba di tujuh kecamatan, membelah pagi dan malam dengan ambisi dan keyakinan. GOR Ratu Tanggamus menjadi saksi lahirnya keberanian. Sementara lapangan-lapangan di berbagai penjuru daerah menjelma arena tempat generasi muda mempertaruhkan mimpi.
Dalam suasana yang syahdu, Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A.,.M.H. berdiri menyampaikan pesan yang tak hanya menggugah telinga, tetapi juga mengetuk hati. Kepada para juara, ia mengucapkan selamat. Namun juga memberi peringatan lembut untuk jangan cepat terbuai.
“Teknik dan mental harus terus diasah. Porprov Lampung menunggu di depan, dan emas hanya datang bagi mereka yang tak berhenti berjuang,” ajak bupati membangunkan semangat ribuan atlet.
Lalu, kepada mereka yang belum meraih podium, Bupati Tanggamus menyampaikan harapan yang sama indahnya. Bahwa kegagalan hari ini bukan akhir, melainkan jeda sebelum lompatan besar. Masih ada waktu untuk memperbaiki, memoles kemampuan, dan menunjukkan pada dunia bahwa mereka pun layak maju.
“Kalian tetap punya kesempatan. Teruslah berlatih,” pesannya menjadi sebuah penguatan yang menggantung di udara seperti doa.
Di balik pesta olahraga ini, terselip cita-cita besar. Tema Porkab 2025 “Bersama Jalan Lurus Menuju Prestasi Olahraga Tanggamus Tingkat Dunia”, bukan sekadar dekorasi di baliho. Ia adalah kompas, mengarahkan langkah seluruh insan olahraga menuju panggung yang lebih terang.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanggamus, H. Nuzul Irsan, S.E. berbicara dengan nada penuh syukur. Bahwa kompetisi yang diikuti lebih dari 2.000 atlet, 150 official, 100 wasit/juri, dan 250 panitia ini dapat berjalan aman dan sukses adalah anugerah tersendiri. Ia percaya, porkab adalah tempat ditemukannya bintang-bintang baru, bintang yang kelak bersinar tak hanya di Lampung, tetapi juga di pentas nasional bahkan internasional.
Di akhir malam, lampu-lampu GOR mulai meredup. Namun semangat yang ditinggalkan Porkab Tanggamus 2025 tidak padam. Ia hidup di dada para atlet muda yang pulang dengan langkah lebih mantap, lebih percaya diri, dan lebih berani menggenggam masa depan.
Karena di Tanggamus, setiap keringat adalah cerita. Setiap kekalahan adalah guru. Dan setiap kemenangan adalah janji: bahwa perjalanan menuju prestasi dunia baru saja dimulai. (ayp)

















Discussion about this post