
TRANSLAMPUNG.ID -PYM SPDB Pangeran Edwarsyah Pernong Sultan Skala Brak (yang dipertuan agung ke-23) meresmikan Lamban Bandung Kesaibatinan Marga Bandar yang terletak di Pekon Penggawa Lima Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (24/6/2023)
Achmad B Baskara ditetapkan adoknya (gelar adat) sebagai Kapitan Simbangan Dalom. Ia merupakan mantan ASN yang pernah bertugas menjadi Direktur Penyidikan KKP-RI serta Jaksa Utama Madya (IV/d).
Berikut beberapa profil singkat Achmad B Baskara:
Nama Istri: Rita Yustina Baskara (Keturunan Saibatin Marga Laay)
Anak-anak: R. Sintya Nofitasari, Reny Yenfitasari, Rentha Efnitasari dan Rinaldy Restayuda.
Nama Orangtua: ayah, Achmad Banawar (eks Kepala Kampung pertama Penggawa V Tengah)
Ibu, Siti Fatmah (Keturunan Saibatin Marga Pedada Krui)
Kakek/Nenek: Zakaria gelar Raja Muda (eks Pasirah zaman Belanda), Zubaidah dan Ratu Ngaras (Keturunan Saibatin Marga Ngaras)
Pendidikan:
Sekolah Rakyat Bandar Krui 1962, SMP Tanjung Karang 1964, SMA Negeri 2 Tanjung Karang 1968, Sarjana Muda Hukum Universitas Jayabaya Jakarta 1972, Pusdiklat JaksaKejagung RIdi Jakaeta 1979-1986, Sarjana Muda Hukum Universitas Lampung Teluk Betung 1982, Sarjana Muda Hukum Universitas Lampung Tanjung Karang 1984, Magister Hukum STIH Institut Bisnis Law Management Jakarta 2002, SPAMA Diklat Kejagung RI 2001-2003.
Riwayat pekerjaan:
Direktur Penyidikan KKP-RI, Widyaswara Bandiklat Kejagung RI, Asisten PTUN Kejati D.I. Yogyakarta, Kejari Kalianda Lampung Selatan, Kejari Pleihari Tanah Laut Kalimantan Selatan, Kasi Pidum Kajari Serang Banten, pernah bertugas sebagai Jaksa pada Kajari Tanjung Karang, Tanggerang, Tasikmalaya, Cirebon dan Kajati DKI Jakarta.
Setelah menyelesaikan tugas negara yang ±30 Tahun lamanya Ia emban, kini Achmad B Baskara Kapitan Simbangan Dalom berniat untuk melestarikan Adat Budaya Lampung khususnya Kepaksian Pak Skala Brak.
“Kita bangkitkan kembali gairah budaya gotong-royong. Selain itu, kita ciptakan terobosan-trobosan baru untuk mengembalikan kejayaan Sai Batin khususnya dan masyarakat Pesiair Barat pada umumnya,” Ungkapnya seusai peresmian Lamban Bandung.
Ia juga berharap dengan kekuatan kebersamaan maka perubahan untuk Pesisir Barat agar lebih maju bisa terwujud kedepannya.
“Musyawarah dan mufakat adalah kuncinya, mari kita bersama-sama berusaha untuk kejayaan kita semua,” Pungkasnya. (**)

















Discussion about this post