PANARAGAN (translampung.id)– Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, kembangkan kerajinan anyaman Tiqew (Tikar) kombinasi Tapis khas daerah.
Dalam upaya itu, Pemkab Tubaba melalui Dinas Koperindag setempat, menggelar pelatihan inovasi dan variasi kerajinan anyaman Tiqew kombinasi Tapis bersama desainer Nola Marta dalam program koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan sumber daya industri, yang bertempat di Homestay Tiyuh (Desa) Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah.
Disampaikan Plt.Kepala Dinas Koperindag Tubaba, Herliyanti, saat dikonfirmasi translampung.id dilokasi kegiatan, Senin (20/03/2023). Bahwa program pelatihan tersebut dilaksanakan 1 hingga 3 hari kedepan untuk di Homestay, dan dilanjutkan lagi secara mobile atau berkeliling untuk melakukan pembinaan selama 7 bulan.
“Kegiatan ini bertahap, peserta sekitar 10 hingga 15 orang karena bergantian setiap kali pertemuan. Dan untuk diketahui, pada program kegiatan ini pelatihan difokuskan mulai dari pengolahan, pengemasan, inovasi bentuk, hingga pemasaran,” terangnya.
Lanjut dia, kegiatan yang melibatkan berbagai pengrajin tradisional dari Tiyuh-Tiyuh ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk yang dihasilkan masyarakat dari usahanya serta mendongkrak potensi kearifan lokal dengan pemasaran baik secara manual ataupun melalui digital.
“Semua orang yang memiliki keinginan dan bergerak di bidang kerajinan untuk mengembangkan kerajinannya, silahkan saja untuk ikut pelatihan ini tanpa ragu, karena pelatihan yang digelar tidak dipungut biaya apapun serta akan dibina lebih lanjut,” ujarnya.
Dirinya menerangkan, pelatihan inovasi dan variasi kerajinan anyaman Tiqew kombinasi Tapis bersama desainer Nola Marta dari Bali tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kabupaten Tubaba 2023.
Sementara itu, Ketuanya Dekranasda Kabupaten Tubaba Novi Novriwan Jaya, mengungkapkan. Bahwa melalui program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak luas dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan pengembangan kerajinan anyaman Tiqew kombinasi Tapis sebagai ciri khas daerah Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
“Kita targetkan kedepan produk potensi lokal kita ini dapat dikenal hingga ke mancanegara dengan kualitas terbaik dan laku dipasaran, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post